Hadiri Aksi Unjuk Rasa Depan Bawaslu, Titiek Soeharto: Rezim Ini Parah
Titiek Soeharto bersama para pendukungnya dalam sebuah kesempatan kampanye (Foto: antaranews)
MerahPutih.Com - Politikus Partai Berkarya, Titiek Soeharto hadir dalam aksi di Bawaslu, Jakarta Pusat. Titiek mengecam pemerintahan Jokowi yang disebutnya lebih parah dari kekuasaan Presiden Soeharto selama 32 tahun.
“Masa semuanya dibilang makar, makar, makar. Ini apa? Dulu zamannya Pak Soeharto enggak kaya gini, kayaknya sekarang lebih gila lagi. Makar, makar apa sih?” kata Titiek di depan Bawaslu, Jakarta, Selasa, (21/5).
Mantan istri Prabowo Subianto itu juga menyoroti ditahannya eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko.
“Dan itu Danjen Kopassus itu sudah berjuang (untuk negra), diperlakukan seperti itu,” kritik Titiek.
Titiek juga heran saat semalam ada surat perintah penyidikan kepada Prabowo Subianto.
Menurutnya, surat tersebut tidak tepat dialamatkan kepada seorang calon presiden. Ia merasa dengan berbagai kejadian itu, demokrasi tidak berjalan dengan baik.
“Ini katanya demokrasi, kita sudah reformasi dan boleh keluarkan pendapat. Belum apa-apa sudah dibungkam,” tutur Titiek.
Putri bungsu mendiang Presiden Soeharto itu mengungkapkan sejumlah keluhannya karena geraknya merasa dibatasi oleh blokade para petugas kepolisian yang menjaga aksi tersebut. Bahkan ia mengaku harus meloncat pagar untuk bisa sampai ke tengah kerumunan massa tersebut.
"Saya disini menyambangi teman-teman yang ikut aksi damai ini. Mereka datang dari penjuru tanah air walaupun dicegat. Mereka cuma mau aksi damai. Tapi kok disambut sama polisi-polisi. Mbok ya kesanaan dikit gitu. saya di blokir tidak bisa lewat. Saya harus loncat pagar untuk masuk sini," kata Titiek.
Titiek Soeharto megaku sengaja datang untuk bertemu massa yang sudah jauh-jauh datang untuk menggelar unjuk rasa.
“Saya hari ini, sore ini menyempatkan datang ke sini untuk ketemu teman-teman yang sudah datang jauh dan ikut aksi damai di sini, pengin ikut buka bersama sama mereka, dan beri semangat pada rekan yang dukung 02 di sini. Terima kasih sudah sampai di sini, sudah ikut aksi damai,” ucapnya.
Meski begitu, Titiek mengaku kaget saat tiba di lokasi dan melihat penjagaan ketat polisi. Ia menilai penjagaan yang dilakukan polisi bak perang.
“Saya kaget sampai sini, ini aksi damai banyak ibu-ibu tapi kok kita dijagain kayak mau perang sama aparat di sini, nih mau ada apa sih, kita tidak ada bawa senjata, lagian mau apa? Kita masa mau geruduk Bawaslu, kan tidak, inikan bagian dari rumah kita. Kita tidak mau bikim onar, mau aksi damai kok dilarang dan dilakukan ini,” tandas dia.
Usai berbuka puasa, massa yang tergabung dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) ini akan menggelar sholat maghrib. Mereka beraksi memprotes hasil Pilpres yang disebutnya curang. Mereka mengancam akan kembali beraksi besok, Rabu,(22/5).(Knu)
Bagikan
Berita Terkait
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat