MerahPutih.com - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Bintang Mahaputra Nararya kepada dua politikus yang selama ini kerap mengkritiknya, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, memancing reaksi publik
Bahkan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai bisa saja tujuan pemberian penghargaan Bintang Mahaputra Nararya itu untuk menjinakkan para pengkritik.
Baca Juga:
"Itulah pemerintah. Bisa saja memberi penghargaan itu cara halus untuk menjinakkan para pengkritik. Atau bisa juga untuk mendapatkan poin dari masyarakat. Karena yang mengkritik saja dapat penghargaan," kata Ujang, kepada wartawan, Selasa (11/8).
"Aneh memang. Karena saat ini kan FZ tak sekritis dulu. Karena saat ini Gerindra partai yang menaunginya juga ada dalam barisan pendukung pemerintah," imbuh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia itu.
Lebih jauh, Ujang mengungkapkan beberapa waktu lalu Fahri Hamzah bersama elite Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendatangi Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta.
Saat itu, menurut informasi yang diperoleh Ujang, jajaran Partai Gelora memberikan dukungan Presiden Jokowi dan pemerintah untuk mengatasi wabah COVID-19 dan dampak sosial ekonominya.
Meski mengakui penghargaan yang diberikan kepada Fadli dan Fahri adalah hal yang wajar, Ujang menambahkan publik juga wajar mempertanyakan kepada penghargaan kepada keduanya yang malah dikenal sering mengkritik pemerintah. "Kan yang kritis terhadap kan pemerintah banyak. Kenapa FZ (Fadli Zon) dan FH (Fahri Hamzah)?" tutup dia. (Knu)
Baca Juga: