Gus Sholah Berharap Masyarakat Menjaga Kerukunan Beragama

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 06 April 2017
Gus Sholah Berharap Masyarakat Menjaga Kerukunan Beragama

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah). (MP/Noer Ardiansjah).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Sholahudin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah berharap semua pihak bisa menjaga kerukunan beragama sehingga tercipta kedamaian. Salah satunya ketika menjelang Pilkada 2017.

Gus Sholah menyebutkan bahwa konflik yang disebabkan akibat gelombang Pemilihan Kepala Daerah itu, sangat tidak bermanfaat, apa pun alasannya. Fenomena Pilkada DKI harus disikapi dengan bijak sebagai sebuah pendidikan politik yang mencerahkan.

"Bukan sebaliknya, malah larut dan ikut-ikutan mengadopsi pola-pola perilaku politik yang tidak baik," katanya saat peresmian cabang Pesantren Tebuireng di Maluku, dalam rilis yang diterima, Rabu (5/4).

Gus Sholah juga mengatakan, umat Islam memiliki kontribusi yang besar dan signifikan dalam proses tegak dan berdirinya NKRI pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. "Pesantren dengan madrasahnya, sangat besar perannya meski tidak mendapatkan bantuan dari negara," katanya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Pancasila yang menjadi pedoman berbangsa, belum diterapkan dengan baik. "Kelima sila Pancasila memang belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh negara, terutama sila kedua dan kelima tentang keadilan sosial, dengan sila ketiga sebagai resultannya," kata adik kandung almarhum Gus Dur ini.

Sementara itu, dengan berdirinya pesantren tersebut, hingga kini Pesantren Tebu Ireng telah memiliki 11 cabang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, baik Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sulawesi Utara, hingga Sumatera Utara.

Direktur Pendidikan Pesantren Tebuireng, Kusnadi menambahkan bahwa pendirian pesantren tersebut memang dilakukan karena ada wakaf tanah. Luas tanah tersebut hingga 2.500 meter persegi.

"Kiai Sholahudin berkenan menerima wakaf tanah ini untuk pendirian cabang Pesantren Tebuireng ke-11. Inisiator pendirian Pesantren Tebuireng Cabang Ambon ini adalah mantan Kepala Kanwil Kemenag Maluku HM Attamimy," katanya.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri Gus Sholah, juga dihadiri oleh Gubernur Maluku Said Assagaf, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Fesal Musaad itu serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sumber: ANTARA

#Gus Sholah #Tokoh Islam #Tokoh Nasional #Nahdlatul Ulama (NU)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Bagikan