Gus Nuril Harap Jokowi Tingkatkan Kunjungan ke Pesantren
Ilustrasi santri. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
MerahPutih.com - Pengasuh Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal Nuril Arifin Husein meminta Presiden Joko Widodo lebih meningkatkan intensitas kunjungannya ke pesantren-pesantren.
Pasalnya, kata Nuril, untuk menangkal aliran radikal dan intoleran yang semakin massif tumbuh di tanah air.
"Jangan cuma pesantren besar yang didatangi, coba datang ke pesantren kecil. Mereka ini pembela yang setia. Kalau yang besar biasanya transaksional," kata Nuril Arifin saat dijumpai di Gedung Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan, Senin (6/11).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Nuril, jika saja pendekatan terhadap pesantren tidak segera dilakukan dan intensitasnya kurang bisa jadi ke depannya kelompok radikal akan semakin berkembang pesat.
"Melihat 1 sampai 2 tahun ini Jokowi diam maka yang muncul kelompok radikal," tandasnya.
Hal itu sudah diuji dan berhasil. Mantan Gubernur DKI Jakarta adalah korbannya. Ahok berhasil digulingkan kelompok radikal, padahal tingkat kepuasan terhadap Ahok mencapai 70 persen.
Ke depannya, tidak menutup kemungkinan hal serupa bisa terjadi kepada Jokowi. Apalagi berdasarkan sejumlah survei masih ada PR berat yang harus segera diselesaikan, di antaranya persoalan tenaga kerja, lapangan kerja dan pada sejumlah sisi perekonomian.
"Mereka sudah melakukan uji coba dan berhasil menggulingkan Ahok yang mendapat tingkat kepuasan 70 persen maka bisa jadi Jokowi merasakan hal serupa," katanya.
Untuk itu, Jokowi harus segera bergerak cepat mengatasi sejumlah persoalan krusial tersebut. Pasalnya, orang-orang ini mudah disusupi aliran dan ideologi radikal dan intoleran, sehingga mudah melakukan tindakan yang tidak masuk akal
"Dalam konteks Islam kemiskinan itu dekat dengan kekafiran, mereka ini semua pemilih Jokowi mereka berharap dapat saluran yang benar kalau tidak bisa jadi kelompok kufur sekurang-kurangnya terhadap Jokowi," katanya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku
Asal Api Kebakaran Ponpes Al Mawaddah Ciganjur dari Kompor, 23 Santri Dirawat di 2 RS
Bantu Padamkan Api, Puluhan Santri Al Mawaddah Ciganjur Sesak Napas Dilarikan ke RS
Prioritas RUU Sisdiknas, DPR Tegaskan Pesantren, Kiai Hingga Ustaz Wajib Masuk dalam Aturan Sistem Pendidikan Nasional
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Pesantren SAQJ Situbondo Libur Sepekan Pascainsiden Atap Asrama Ambruk Tewaskan Santriwati
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Semangat Resolusi Jihad Kembali Dipompa Presiden Prabowo Melalui Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren
Wapres Gibran Bawa Kabar Gembira! Prabowo Beri Kado Istimewa yang Bikin Santri Full Senyum, Apa Ya?