Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Gunung Rinjani Masuk Jajaran Wisata Terpopuler Google

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 30 September 2019
Gunung Rinjani Masuk Jajaran Wisata Terpopuler Google

Panorama keindahan Gunung Rinjani (3.726 mdpl), di Pulau Lombok, NTB. (Foto: ANTARA/Awaludin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GUNUNG Rinjani (3.726 mdpl) yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, masuk dalam daftar 10 besar tempat wisata terpopuler yang paling dicari melalui Google.

"Data tersebut bersumber dari Google Trends periode Januari 2018 - Juni 2019," kata Head of Corporate Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana di Mataram, Senin (30/9), dikutip Antara.

Baca Juga:

Air Terjun Benang Kelambu nan Eksotis, Surga Kecil di Kaki Gunung Rinjani


Faktor peristiwa gempa Lombok

Peristiwa gempa dan penutupan beberapa faktor populernya Gunung Rinjani. (Foto: Pixabay/arhnue)
Peristiwa gempa dan penutupan beberapa faktor populernya Gunung Rinjani. (Foto: Pixabay/arhnue)

Menurut dia, pencarian tentang Gunung Rinjani di mesin pencari Google sepanjang 2018 hingga Juni 2019 berkaitan dengan minat orang untuk berwisata, baik warga domestik maupun dari berbagai negara di dunia.

Faktor peristiwa gempa dan ditutupnya aktivitas pendakian Gunung Rinjani setelah gempa bumi juga bisa menjadi penyebab orang mencari informasi tentang gunung dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut tersebut.

"Gunung Rinjani masuk dalam 10 tempat wisata paling dicari di Google menandakan tempat tersebut populer di dalam dan luar negeri," ujarnya.


Harus didukung pelaku usaha lokal

Kepopuleran Gunung Rinjani di Google harus didorong pelaku usaha wisata setempat. (Foto: Pixabay/rinaagtiana)
Kepopuleran Gunung Rinjani di Google harus didorong pelaku usaha wisata setempat. (Foto: Pixabay/rinaagtiana)

Kepopuleran Gunung Rinjani bisa menjadi peluang bagi para pelaku usaha di NTB, khususnya di Pulau Lombok, untuk mengembangkan berbagai industri yang dibutuhkan oleh para wisatawan yang ingin mendatangi Gunung Rinjani.

Untuk itu, lanjut Jason, para pelaku industri pariwisata harus mempersiapkan diri untuk menerima kedatangan para wisatawan. Sebab, data Google menunjukkan bahwa peminat Gunung Rinjani relatif banyak.

Salah satu contoh yang sudah dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha di Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani adalah menyediakan rumah penginapan bagi wisatawan. Mereka sudah bangkit dari peristiwa gempa bumi pada 2018 yang menyebabkan industri pariwisata di daerah itu sempat mati suri.

Baca Juga:

Geopark yang Diakui UNESCO, Termasuk Gunung Rinjani

"Salah satu pelaku usaha rumah penginapan yang pernah mendapatkan pelatihan adalah Rinjani Garden di Sembalun. Sekarang usahanya sudah bangkit sejak pendakian Rinjani dibuka pada Juli 2019," ujar Jason.


Perlu didorong dengan informasi berbagai bahasa

Informasi dalam berbagai bahasa sangat penting dalam dunia pariwisata. (Foto: Pixabay/rinaagtiana)
Informasi dalam berbagai bahasa sangat penting dalam dunia pariwisata. (Foto: Pixabay/rinaagtiana)

Ia menambahkan data kepopuleran Rinjani di dunia maya juga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata, dan pemerintah daerah di NTB, untuk bagaimana mengelola Gunung Rinjani secara terpadu sehingga benar-benar memberikan kepuasan bagi wisatawan yang datang.

Hal utama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan industri penunjang dan menyiapkan berbagai infrastruktur serta pembenahan destinasi wisata tersebut.

Jason juga menyarankan agar pihak-pihak terkait berani untuk membuat semacam informasi dari ragam bahasa tentang Gunung Rinjani di dunia maya. Tidak hanya bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, tetapi bahasa China, Jepang, Korea, dan bahasa negara-negara Eropa lainnya, seperti Jerman.

"Sebab tidak semua mungkin paham dalam bahasa Inggris. Misalnya, untuk informasi penginapan terdekat di Gunung Rinjani, tempat makan terdekat hingga pusat perbelanjaan. Itu erat kaitannya juga dengan sifat orang Eropa yang selalu mencari informasi di internet setahun sebelum mereka merencanakan bepergian," katanya. (*)

Baca Juga:

Tidur Panjang Gunung Rinjani Pasca Gempa

#Gunung Rinjani #Google
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Lifestyle
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Laporan menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Indonesia
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Beruntung, kesigapan petugas Kepolisian didukung tim layanan jalan tol berhasil menghentikan laju kendaraan sebelum fatalitas kecelakaan terjadi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Tekno
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Android 17 hadir dengan fitur transfer data iPhone tanpa kabel, AI Gemini Intelligence, keamanan lebih ketat, multitasking canggih, dan dukungan HyperOS 4 untuk sejumlah HP Xiaomi
ImanK - Jumat, 19 Juni 2026
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Indonesia
Cuaca Dingin Landa Gunung Rinjani, Pendaki Diminta Bawa Sleeping Bag
Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Cuaca Dingin  Landa Gunung Rinjani, Pendaki Diminta Bawa Sleeping Bag
Indonesia
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari menandakan wilayah NTB memasuki musim kemarau
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Indonesia
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Pendaki Malaysia, Chye Connsynn (41), berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani menggunakan helikopter meski sempat terkendala kabut. Korban dibawa ke RS rujukan di Denpasar.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Indonesia
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Mengikuti prosedur dalam regulasi tersebut, Google mendapat sanksi berupa teguran melalui surat dari Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Bagikan