Air Terjun Benang Kelambu nan Eksotis, Surga Kecil di Kaki Gunung Rinjani

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 08 Maret 2019
Air Terjun Benang Kelambu nan Eksotis, Surga Kecil di Kaki Gunung Rinjani

Air Terjun Benang Kelambu. (Foto: instagram.com/nofree_adventour)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAK ada yang lebih indah di kaki Gunung Rinjani selain Air Terjun Benang Kelambu. Tak seperti kebanyakan air terjun dominan bebatuan, tebing-tebing surga kecil ini dikeliling lumut dan hijau dedaunan. Terlihat dari kejauhan air terjung seperti keluar-masuk semak-semak.

Kamu mesti berjalan kaki selama sekitar 45 menit melalui rute sepanjang satu kilometer yang membelah membelah hutan tropis kaki Gunung Rinjani untuk mencapai Air Terjun Benang Kelambu. Medan ke sana cukup menguji lutut dan nafas karena jalurnya naik turun dan belum semuanya permanen.


1. Perjalanan ke Air Terjun Benang Kelambu memacu adrenalin

Air Terjun Benang Kelambu. (Foto: instagram.com/muhammadvhirgoarmanda)
Air Terjun Benang Kelambu. (Foto: instagram.com/muhammadvhirgoarmanda)

Sekitar 1,5 kilometer jalan menuju Benang Kelambu cukup nyaman dilewati karena mendatar, namun sesudahnya ada tikungan pertama yang menurun tajam dan membutuhkan kehati-hatian para pelancong, utamanya saat musim penghujan.

Kendati demikian kelelahan perjalanan itu langsung akan mereda setelah mendengar suara limpahan air dari batuan cadas berbentuk kelambu saat menuruni tangga menuju area air terjun, lalu melihat air terjun dari tebing berselimut lumut dan dedaunan. Bentuk air terjun itu memang terlihat mirip kelambu yang terpasang di tebing.

Tingkat pertama air terjun itu tingginya sekitar 30 meter, tingkat keduanya sekitar 10 meter dan tingkat ketiga sekitar lima meter tingginya. Tepat di bawah air terjun itu ada sungai, tempat para pengunjung bisa berendam. Airnya terasa menyegarkan.


2. Di bawah air terjun para pelancong ramai-ramai berendam

Air Terjun Benang Kelambu. (Foto: Pixabay/instagram.com/travel_banjarmasin_tanjung)
Air Terjun Benang Kelambu. (Foto: Pixabay/instagram.com/travel_banjarmasin_tanjung)

Tidak jauh dari lokasi Air Terjun Air Terjun Benang Kelambu, ada bendungan dengan lebar sekitar lima meter dan tinggi dinding sekitar dua meter yang menjadi tempat wisatawan berswafoto di balik tirai air.

Di bawah bendungan, ada kolam penampungan air yang juga bisa menjadi tempat untuk berendam, menikmati kesegaran air dari Gunung Rinjani. Kalau enggan berendam, bermain-main air pun menyenangkan di sana.

"Air terjun Benang Kelambu ini memang cantik dan luar biasa," kata wisatawan asal Prancis Frank, kepada Antara. Frank mengaku penasaran dengan keindahan Pulau Lombok, sehingga mampir sebelum berlibur di Pulau Bali.


3. Air terjun lebih banyak didatangi wisatawan asing

Pengunjung berfoto di Air Terjun Benang Kalambu. (Foto: Pinstagram.com/zy_bochiq)
Pengunjung berfoto di Air Terjun Benang Kalambu. (Foto: Pinstagram.com/zy_bochiq)

Para pedagang makanan di kawasan objek wisata Benang Kelambu menuturkan kebanyakan wisatawan yang berwisata ke air terjun itu berasal dari mancanegara. Sebagian besar wisatawan lokal biasanya hanya melakukan perjalanan sampai ke air terjun Benang Sekotel karena perjalanan menuju Benang Kelambu lebih jauh.

Biasanya wisatawan lokal datang pada Sabtu dan Minggu saja, sedangkan wisatawan asing banyak yang datang hampir setiap hari. Air Terjun Benang Kelambu berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Mataram.

Lokasi Air Terjun Benang Kelambu tidak jauh dari Taman Air Narmada. Kamu harus berbelok ke kiri tepat di pertigaan jalan menuju Desa Aik Berik yang masuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Kamu harus banyak bertanya kepada warga untuk mencapai pintu gerbang objek wisata alam tersebut. Tapi tak usah khawatir, warga setempat pasti bakal mengarahkan wisatawan menuju area wisata alam.

Hal yang patut disayangkan, pengunjung air terjun indah itu sebagian kurang peduli pada lingkungan. Sampah ditemui dalam perjalanan menuju air terjun mesti tempat-tempat sampah sudah disediakan. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: 5 Pilihan Hostel Teratas di Jerman, Tempat Singgah Keren Para Traveller

#Wisata NTB #Gunung Rinjani
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Cuaca Dingin Landa Gunung Rinjani, Pendaki Diminta Bawa Sleeping Bag
Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Cuaca Dingin  Landa Gunung Rinjani, Pendaki Diminta Bawa Sleeping Bag
Indonesia
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari menandakan wilayah NTB memasuki musim kemarau
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Indonesia
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Pendaki Malaysia, Chye Connsynn (41), berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani menggunakan helikopter meski sempat terkendala kabut. Korban dibawa ke RS rujukan di Denpasar.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Indonesia
Gunung Rinjani Siap Dibuka Kembali 28 Maret 2026, Sistem Keamanan Ditingkatkan
Pendakian Gunung Rinjani akan kembali dibuka pada 28 Maret 2026. Balai TNGR telah meningkatkan sistem keamanan hingga pengelolaan destinasi.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Gunung Rinjani Siap Dibuka Kembali 28 Maret 2026, Sistem Keamanan Ditingkatkan
Indonesia
Pendaki Remaja Tewas di Gunung Rinjani Jalur Aik Berik, Tim SAR Ngebut Dibekali Drone Thermal untuk Cari Korban
Sebelum Tim SAR diberangkatkan, upaya evakuasi mandiri sempat dilakukan oleh keluarga dan warga setempat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Desember 2025
Pendaki Remaja Tewas di Gunung Rinjani Jalur Aik Berik, Tim SAR Ngebut Dibekali Drone Thermal untuk Cari Korban
Indonesia
Jadi Sampai Korban Hipotermia! Simak Nih Tips Mendaki Gunung Rinjani Saat Musim Penghujan
Rinjani tetap memancarkan pesonanya meskipun di bawah guyuran hujan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 November 2025
Jadi Sampai Korban Hipotermia! Simak Nih Tips Mendaki Gunung Rinjani Saat Musim Penghujan
Indonesia
Mulai Oktober, Pendaki Naik Rinjani Wajib Punya Asuransi Premium
SOP baru ini juga mengatur pengetatan batas maksimal pendaki yang boleh didampingi seorang guide atau porter saat proses pendakian.
Wisnu Cipto - Kamis, 14 Agustus 2025
Mulai Oktober, Pendaki Naik Rinjani Wajib Punya Asuransi Premium
Indonesia
Pendaki Rinjani Akan Dipasang Aplikasi Pelacak, Uji Coba Dimulai Akhir Agustus
Penggunaan aplikasi pelacak dilakukan sebagai langkah mitigasi pendakian di jalur Rinjani
Wisnu Cipto - Kamis, 14 Agustus 2025
Pendaki Rinjani Akan Dipasang Aplikasi Pelacak, Uji Coba Dimulai Akhir Agustus
Indonesia
Pendaki Pemula Dilarang Naik Rinjani, Harus Grade 4 Dibuktikan Lewat Sertifikat Atau Foto
Kemenhut kini memberlakukan SOP baru bagi pendaki yang boleh memasuki area Gunung Rinjani.
Wisnu Cipto - Kamis, 14 Agustus 2025
Pendaki Pemula Dilarang Naik Rinjani, Harus Grade 4 Dibuktikan Lewat Sertifikat Atau Foto
Indonesia
Hari Ini Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Kembali, Masuk Harus Beli Tiket Online
Semua jalur pendakian kunjungan wisata alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dibuka mulai hari ini 11 Agustus 2025.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Agustus 2025
Hari Ini Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Kembali, Masuk Harus Beli Tiket Online
Bagikan