MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi tarif sejumlah rute Transjabodetabek. Hal itu mengingat subsidi yang diberikan Jakarta untuk transportasi umum ke wilayah penyangga Ibu Kota itu dinilai terlalu besar. Oleh karena itu, Pemerintah DKI berencana melakukan penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek.
"Untuk tarif TJ (Transjakarta) Blok M, Transjabodetabek ya, kalau itu bukan TJ, melainkan Transjabodetabek, segera akan kami putuskan," ucap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Jakarta, Jumat (5/6).
Bukan hanya Transjabodetabek rute Blok M-Soetta yang tarifnya bakal disesuaikan, melainkan juga sejumlah rute lainnya. Hal itu disebabkan anggaran subsidi yang dibebankan terhadap Jakarta cukup besar untuk menanggung biaya transportasi itu.
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta
Meski begitu, ia belum bisa menentukan besaran tarif Transjabodetabek setelah adanya penyesuaian. Ia mengatakan pihaknya akan memutuskan hal itu dalam waktu dekat.
Baca juga:
Satu Tahun Beroperasi, Transjabodetabek Rute PIK 2–Blok M Layani Lebih dari 1 Juta Pelanggan
"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, melainkan juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata dia.
Diketahui, saat ini Transjakarta memiliki 18 rute Transjabodetabek yang beroperasi menghubungkan Jakarta dengan sejumlah daerah di sekitarnya. Adapun tarif Transjabodetabek saat ini sebesar Rp 3.500.(Asp)
Baca juga:
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Bakal Naik, Berlaku Mulai Juni 2026