Gubernur Anies: Ini Bisa Sampai 2 Minggu, Bahkan 8 Minggu Lagi
Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan. (Antaranews)
Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk mematuhi ketentuan yang sudah diatur dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.
Pasalnya, kasus positif COVID-19 masih terus bertambah dan saat ini belum mencapai puncaknya. “Apakah sudah di puncak? belum, ini masih tambah terus,” ujar Anies usai meninjau pos pembatasan mobilatas bersama Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, di Panasonic, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Minggu (4/7).
Anies mengakui belum bisa memprediksi berakhirnya puncak pandemi COVID-19 kali ini. Bisa saja, lanjut dia, bisa selesai dalam waktu 2 minggu mendatang atau bahkan sampai 8 minggu ke depan.
Semuanya, tutur Anies, tergantung kesadaran dan kedisiplinan masyarakat mengikuti ketentutan PPKM darurat dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak dan penting.
“Ini bisa 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, 8 minggu. Sangat tergantung pada kecepatan kita. Di negara lain ada sampai 10 season, 9 minggu baru kembali kepada situasi normal,” jelas Anies.
Peringatan ini menjadi alarm bagi semua orang di Jakarta. Sebab, kematian akibat COVID-19 tidak memandang usia maupun status sosial.
Anies lantas memberikan gambaran bagaimana tingginya angka kematian tersebut.
Pada 1 Juni, angka pemakaman dengan protokol COVID-19 di Jakarta hanya 16 kasus saja. Kondisi kematian di bawah 20 orang bertahan hingga pekan pertama Juni 2021. Namun, pada sepekan terakhir, kondisi tersebut telah berbanding terbalik.
Ia pun mengingatkan bahwa tingginya kematian tersebut bukan hanya sekedar angka, melainkan orang-orang terdekat dengan masyarakat yang masih hidup dua pekan sebelumnya.
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI sudah tidak ingin mengubur jenazah pasien COVID-19 lebih banyak. Terlebih, setelah melihat kondisi rumah sakit yang saat ini hampir kolaps.
Oleh karena itu, Anies meminta masyarakat untuk bisa menahan diri untuk tidak keluar rumah hingga kondisi kembali normal.
"Yang sekarang tidak terpapar jgn sampai terpapar, caranya sederhana jauhi kerumunan jauhi berpergian, tinggal di rumah sampai kondisi aman terkendali itu saja," kata dia. (knu)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Gara-Gara Utang BP Tega Bunuh Ibu Kandung, Jasad Dibakar Dibuang di Jalan
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Dilaporkan Selamat
Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali
Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Angkut 11 Orang
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Persija Resmi Umumkan Bergabungnya Alaeddine Ajaraie, Bomber Asal Maroko, Berharap Akhiri Musim dengan Senyum Bahagia
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi