Guatemala Cari Lokasi Kedutaan di Yerusalem

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 06 Maret 2018
Guatemala Cari Lokasi Kedutaan di Yerusalem

PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem. (Instagram/b.netanyahu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Duta Besar Guatemala dilaporkan sedang berada di jalanan Yerusalem pada Senin (5/3). Keberadaannya diperkirakan mencari lokasi atau bangunan untuk kantor Kedutaan Besar Guatemala di Israel.

Diketahui Guatamala bergabung dengan Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem yang dikecam banyak negara. Pemindahan yang Palestina anggap tidak sah dan dapat membunuh kesempatan perdamaian.

Seperti dilansir Antara, Duta Besar Sara Castaneda menolak berbicara dengan pewarta Reuters, yang melihatnya di kantor agen bangunan di sebelah konsulat Guatemala dan satu jalan dari gedung konsulat AS di Yerusalem barat.

Dia berjalan kaki dengan makelar barang tak bergerak dan seorang pria lain, yang menunjukkan bangunan saat mobilnya berhenti di tepi jalan. Seorang diplomat Israel, yang pernah berhubungan dengan Castaneda, mengatakan bahwa dia sedang mencari tempat untuk kedutaannya.

Guatemala adalah satu dari segelintir negara pendukung Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Klaim tersebut tidak didukung sebagian besar negara lain saat bagian kota itu direbut dan selama perang pada 1967 serta dianggap wilayah yang diduduki.

Status Yerusalem adalah salah satu hambatan terbesar dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

AS adalah sumber bantuan penting bagi Guatemala dan Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan ke negara pendukung resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang meminta Washington menolak pengakuannya terhadap Yerusalem.

Presiden Guatemala Jimmy Morales yang mendapat dukungan dari basis orang-orang Kristen konservatif mengatakan pada sebuah konferensi pro-Israel di Washington pada Minggu bahwa kedutaan tersebut akan pindah ke Yerusalem dua hari setelah AS, pada pertengahan bulan Mei.

Pejabat tinggi Palestina mengatakan bahwa sikap Morales tidak mengherankan karena dia berbagi "sikap sama" terhadap Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sebelum 1980, Guatemala dan puluhan negara lainnya mempertahankan sebuah kedutaan di Yerusalem.

Pernyataan pendek Israel pada Juni 1980 tentang undang-undang yang menyatakan bahwa Yerusalem "ibu kota tidak terpisahkan dan abadi" menyebabkan resolusi Dewan Keamanan PBB menyeru negara dunia memindahkan kedutaan mereka ke wilayah Tel Aviv. (*)

#Yerusalem #Israel #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Bagikan