Gorden Kotor, Ada Bahaya Mengintai

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 14 Maret 2023
Gorden Kotor, Ada Bahaya Mengintai

Gorden sangat mudah terlupakan. (Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GORDEN atau tirai adalah aksesori penting rumah yang keberadaannya tak diperhatikan. Saat kamu baru pindah rumah, tentunya kamu menginginkan ruanganmu untuk terlihat tertata dan senada. Di situ lah gorden berperan besar untuk membuat atmosfer yang diinginkan.

Sayangnya begitu sudah terpasang keberadaan gorden terlupakan begitu saja. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun berlalu dan gorden tak pernah diperhatikan meskipun hampir setiap hari kamu membuka tutup gorden.

Saat membersihkan karpet dan sofa, gorden begitu saja kamu lewatkan. Padahal sudah tergantung lama mungkin saja sudah jadi sarang bakteri. Meski gorden tidak banyak terkena kontak langsung dengan manusia jika dibandingkan karpet. Tetapi jika tidak dibersihkan bisa menimbulkan bahaya yang serius bagi kamu dan keluarga.

Baca Juga:

Mau Tidur Nyenyak? Lakukan 4 Hal Sederhana Ini

gorden
Gorden kotor jadi sarang kuman. (Pexels/Loc Dang)


Alergen


Gorden berfungsi sebagai penghalang sinar matahari, kotoran, dan pandangan langsung ke dalam rumah. Sayangnya kain gorden menyimpan faktor-faktor alergen seperti debu yang menyebabkan reaksi alergi seperti bersin, batuk atau pilek.

Partikel yang menempel pada gorden sangat kecil, mudah terbawa angin, dan menumpuk di gorden. Ini terutama pada gorden yang terbuat dari katun.

Sayangnya gorden yang berbahan lebih tebal memiliki potensi menyimpan debu dan tungau di antara lapisan yang meningkatkan kemungkinan kamu terkena gejala alergi.


Jamur dan lumut


Jamur dan lumut berkaitan dengan sejumlah alergi dan penyakit pernapasan. Keduanya menghasilkan spora yang jika terhirup dapat menyebabkan reaksi alergi dan masalah kesehatan lainnya. Ini tentunya sangat berbahaya bagi anak-anak, perempuan hamil, orang lanjut usia, dan penderita asma atau masalah pernapasan lainnya.

Jamur menempel di permukaan yang lembap seperti salah satunya tirai kamar mandi. Itulah alasan mengapa sangat penting untuk membersihkan semua gorden yang berada di lokasi lembab setidaknya sekali atau dua kali dalam seminggu terutama gorden shower.

Baca Juga:

Ketika Sampah Jadi Tren Industri Mode Thailand

gorden
Rutin mencuci gorden. (Pexels/Jan Koetsier)


Kuman


Kuman adalah salah satu penyebab utama penyakit pada manusia dan hewan peliharaan. Pada gorden bukan kemustahilan kuman dapat menempel, terutama yang digantung jauh dari sinar matahari. Awalnya mungkin hanya bersin-bersin dan batuk, tetapi semakin dibiarkan lama-lama dapat berubah menjadi infeksi saluran pernapasan.

Kamu memang tidak perlu mencuci gorden seperti baju. Namun prinsipnya tetap dibersihkan dan dicuci secara rutin, entah seminggu atau dua minggu sekali, sebulan sekali pun masih baik. Yang penting selalu dibersihkan. (kmp)

Baca Juga:

Cara Menghilangkan Bau Asap pada Perabotan Rumah

#Kesehatan #Properti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan