Google Akan Berlakukan Tarif untuk Akses Data Pengguna?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 28 Januari 2020
Google Akan Berlakukan Tarif untuk Akses Data Pengguna?

Google dikabarkan berencana mematok tarif untuk akses data pengguna (Foto: pixabay/firmbee)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEPERTI yang diketahui Google merupakan aplikasi pencarian yang banyak sekali digunakan oleh orang di dunia. Popularitasnya pun tak diragukan lagi, hal itu karena Google banyak memberikan kemudahan dalam mencari apapun di dunia maya.

Nah, belum lama ini perusahaan teknologi raksasa tersebut menerapkan aturan baru untuk para penegak hukum, yang ingin mengakses data pengguna untuk keperluan pengakan hukum.

Baca Juga:

Apple Akan Hadirkan iMac dengan Desain Melengkung?

Google akan berlakukan tarif untuk data pengguna (Foto: pixabay/maklay62)

Dimana nantinya penegak hukum akan dikenakan tarif untuk mengakses data pengguna. Tarifnya cukup bervariasi, yakni dari mulai USD$45 - USD$245 atau sekitar Rp600 ribu - Rp3,3 juta, sesuai dengan kebutuhan penegak hukum.

Seperti contohnya yakni untuk perintah pengadilan tarifnya sekitar Rp600 ribu, sementara untuk penyadapan tarifnya Rp800 ribu dan Rp3,3 juta untuk surat izin penggeledahan.

Dilansir dari laman New York Times, Google sendiri saat ini tengah kebanjiran permintaan dari penegak hukum, untuk menyerahkan data si pengguna guna keperluan penyelidikan.

Baca Juga:

Selain Samsung, Google Juga Hadirkan Pesaing AirDrop

Pihak Google mematok tarif untuk mengganti biaya pengolahan data pengguna (Foto: pixabay/firmbee)

Pihak Google mematok tarif tersebut untuk mengganti biaya pengolahan data pengguna yang dibutuhkan. Pada laporan terkait data pengguna, Google juga mengungkap jumlah permintaan data semacam itu selama satu dekade lalu.

Di mana selama tahun 2019, permintaan data mencapai 160 ribu pengguna. Dalam kasus tersebut, Google memenuhi setidaknya 60 persen dari permintaan itu.

"Kami meninjau setiap permintaan yang ditujukan pada kami, guna memastikan permintaan itu telah memenuhi syarat hukum dan kebijakan Google atau tidak," tulis Google pada sebuah laporan.

Lebih lanjut, Google juga menjalaskan jika mereka merasa permintaan berlebihan, seperti halnya permintaan data yang terlalu banyak, pihak Google akan menyesuaikan dengan jumlah data yang diminta.

Secara hukum, Google memang dibolehkan untuk mematok tarif tertentu untuk memberikan data penggunanya. Tapi kenyataanya selama ini, perusahaan teknologi raksasa itu biasanya memberikan data para pengguna untuk kebutuhan penegak hukum secara cuma-cuma saja. (Ryn)

Baca Juga:

Fitur Pesaing AirDrop Akan Hadir di Samsung Galaxy S20

#Google
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Indonesia
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Mengikuti prosedur dalam regulasi tersebut, Google mendapat sanksi berupa teguran melalui surat dari Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Indonesia
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Pemerintah Indonesia menjatuhkan rapor merah dan sanksi kepada Google sebagai pemilik YouTube karena dinilai tidak menunjukkan iktikad untuk batas usia minimal pengakses 16 tahun yang diatur dalam PP Tunas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Indonesia
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Meta dan Google belum memenuhi kewajiban membatasi akses anak16 tahun ke bawah di Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Fun
Bocoran HP yang Akan Dapat Android 17, Ada realme hingga Oppo
Cek daftar smartphone yang dapat Android 17 dari Samsung, Xiaomi, Pixel, OPPO, realme hingga Vivo. Lihat apakah HP kamu masuk update 2026.
ImanK - Rabu, 18 Februari 2026
Bocoran HP yang Akan Dapat Android 17, Ada realme hingga Oppo
Indonesia
Google Bakal Berikan Data Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Selama Mudik 2026
Google juga menyediakan fitur unduh peta agar navigasi tetap dapat digunakan di wilayah dengan sinyal terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026
Google Bakal Berikan Data Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Selama Mudik 2026
Indonesia
Google Sudah Cuan Gede di Indonesia, Pemerintah Tagih Tanggung Jawab Balik
Menko Pratikno mengibaratkan Google sebagai maskapai harus bertanggung jawab membawa penumpang sampai ke tujuan dengan selamat.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Google Sudah Cuan Gede di Indonesia, Pemerintah Tagih Tanggung Jawab Balik
Fun
Google Pixel 10 Pro Fold Nyaris Meledak saat Uji Daya Tahan, Jadi HP Lipat Paling Lemah?
Google Pixel 10 Pro Fold nyaris meledak ketika menjalani uji daya tahan. Pengujian itu dilakukan oleh YouTuber bernama JerryRigEverything.
Soffi Amira - Rabu, 15 Oktober 2025
Google Pixel 10 Pro Fold Nyaris Meledak saat Uji Daya Tahan, Jadi HP Lipat Paling Lemah?
Fun
Kebocoran Data Gmail dan Cara Melindungi Akun dari Serangan Phishing
Google baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bagi sekitar 2,5 miliar pengguna Gmail di seluruh dunia terkait serangan siber
ImanK - Sabtu, 30 Agustus 2025
Kebocoran Data Gmail dan Cara Melindungi Akun dari Serangan Phishing
Bagikan