MerahPutih.com - Wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka blusukan bersama pasangan bakal calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota Solo, Respati Ardi dan Astrid Widayani, yang didukung partai KIM Plus di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (10/9).
Bahkan, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X atau Gusti Bhre juga turut serta dalam blusukan.
Hal tersebut mendapatkan sorotan dari Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakosa, yang menyebut seharusnya masyarakat sudah tahu siapa calon yang maju dalam Pilkada Solo 2024.
“Masyarakat tahu yang akan maju jadi wali kota Mas Gibran, atau Gusti Bhre, atau siapa. Saya hanya khawatir saja yang mau nyoblos Gusti Bhre gambarnya di TPS bilik suara tidak ada," kata Teguh, Rabu (11/9).
Baca juga:
Mundur dari Pilkada Solo, Gusti Bhre Nyatakan Fokus untuk Respati-Astrid
Dia menilai keterlibatan Gibran dan Gusti Bhre menemani blusukan pasangan Respati Ardi-Astrid Widayani menandakan pesta demokrasi lima tahunan di Solo kurang sehat.
“Kalau seperti itu saya anggap pesta demokrasi yang kurang sehat. Pilkada itu mengandalkan sosok,” katanya.
Baca juga:
Ibunda Gusti Bhre Bantah Temui Prabowo Sebelum Anaknya Mundur Pilkada Solo
Dikatakannya, dengan sosok yang lebih dikenal, dengan partai kecil-kecil tapi sosok yang diusung punya figur itu top bisa menang.
“Jadi belum tentu sosok calon yang diusung partai itu, anggota partai pun belum tentu milih seperti yang disodorkan partainya karena sosoknya tidak dikenal," kataTeguh.
Baca juga:
Petahana PDIP Tak Mau Lengah Meski Unggul di Survei Pilkada Solo
Cawalkot Solo dari PDIP ini tak ambil pusing Gibran dan Gusti Bhre masuk dalam tim pasangan calon lain di Pilkada Solo 2024. Bahkan, ia tak mempermasalahkan jika Gibran dan Gusti Bhre masuk tim pemenangan paslon.
“Silakan saja. Nanti yang akan bisa menilai masyarakat," pungkas Teguh. (Ismail/Jawa Tengah)