Gibran Lawan Kotak Kosong, Bobby Harus Kerja Keras

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2020
Gibran Lawan Kotak Kosong, Bobby Harus Kerja Keras

Bakal Calon Walikota Solo Gibran. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bakal Calon Walikota Solo Gibran Rakabuming bakal berbeda nasib dengan saudaranya Bobby Nasution yang ingin bertarung di Pemilihan Kepala Dearah Kota Medan, Sumatera Utara.

Direktur Eksekutif Indo Polling Network, Wempy Hadir mengungkap, Gibran bakal bernasib lebih baik ketimbang Bobby yang popularitasnya rendah di Medan. Solo atau Jateng secara keseluruhan merupakan basis PDI-P. Artinya, Gibran yang diusung PDI-P mempunyai peluang sangat besar memenangkan pilkada.

Posisi Gibran sebagai putra Jokowi pun menjadi faktor lain yang menguatkan peluang kemenangan.

“PDIP dan Gibran secara politik sangat dominan dan punya kekuatan besar,” tegas Wempy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/7).

Baca Juga:

Tak Ingin Gibran Lawan Kotak Kosong, PKS Rayu Purnomo Maju Pilwakot Solo

Soal Bobby, menurut Wempy, secara popularitas memang dikenal oleh masyarakat Medan. Akan tetapi, Wempy menyatakan Pilkada Medan memiliki hal menarik jika dibandingkan daerah lain. Misalnya dari sisi partisipasi pemilih yang selalu rendah.

“Kebanyakan kelas menengah ke atas tidak melihat keterlibatan mereka dalam politik itu penting dalam pilkada,” kata Wempy.

Wempy menambahkan, pada Pilkada Medan 2015, angka partisipasi hanya 25,38 persen. Bahkan menjadi partisipasi terendah secara nasional di Pilkada Serentak 2015. Kehadiran Bobby pun sulit meningkatkan partisipasi ini, apalagi ada pandemi Covid-19.

Wempy mengatakan Bobby juga berpeluang melawan petahana, Akhyar Nasution. Petahana mempunyai modal politik sekaligus jaringan di birokrat.

Gibran dan Gebernur Jateng Ganjar
Gibran dan Gubernur Jateng Ganjar. (Foto: Antara)

“Pertarungan akan sengit di Medan kalau Akhyar memang maju dan diusung partai lain. Bobby harus menyiapkan strategi,” kata Wempy.

Wempy menyatakan Bobby perlu memastikan pemilih terlibat dalam pilkada dan mendorong pemilih hadir ke TPS (tempat pemungutan suara).

"Sebab percuma Bobby banyak dikenal orang, tapi mereka tidak ikut pemilih atau hadir ke TPS,” demikian Wempy.

Sementara, Gibran besar melawan kotak kosong. Karena, PDIP memiliki 30 kursi di DPRD Solo dari total 45 kursi. Disusul PKS lima kursi, PAN, Partai Golkar dan Partai Gerindra tiga kursi, dan PSI satu kursi.

“Gibran bakal lawan kotak kosong, Bobby mesti kerja keras. Dilihat dari peta kekuatan, siapa yang mau lawan Gibran dengan segala kekuatan yang dimilikinya? Nyaris tidak ada calon alternatif," katanya. (Knu)

Baca Juga:

DKI Jakarta Rajai Penambahan Kasus Per 18 Juli

#Gibran Rakabuming #Bobby Nasution
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Sementara, Prosesi sakral pengibaran Sang Merah Putih berlangsung mulai pukul 09.54 WIB, disusul amanat Inspektur Upacara pukul 10.16 WIB
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 Juni 2026
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikabarkan sudah menyiapkan sosok untuk menjadi calon Presiden dan Cawapres di Pemilu 2029.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Indonesia
Gibran Pastikan Pengungsi Aceh Makan 3 Kali Sehari Plus Bonus Internet Ngebut
Selain urusan infrastruktur, Wapres memberikan instruksi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Desember 2025
Gibran Pastikan Pengungsi Aceh Makan 3 Kali Sehari Plus Bonus Internet Ngebut
Indonesia
Dikritik usai Lempar Bantuan dari Helikopter, Bobby Nasution: Daerahnya tak Bisa Terjangkau
Bobby Nasution angkat bicara usai dikritik karena melempar bantuan dari atas helikopter. Ia mengatakan, bahwa daerah tersebut tak bisa terjangkau.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Dikritik usai Lempar Bantuan dari Helikopter, Bobby Nasution: Daerahnya tak Bisa Terjangkau
Indonesia
Wapres Gibran Jamin Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumut Dipercepat
Wapres Gibran meninjau langsung dua lokasi terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
Wapres Gibran Jamin Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumut Dipercepat
Indonesia
Tak Kunjung Panggil Bobby Nasution, Penyidik AKBP Rossa Diperiksa Dewas KPK
Penyidik Rossa dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan enggan memanggil Gubernur Sumut Bobby Nasution, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek jalan.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Desember 2025
Tak Kunjung Panggil Bobby Nasution, Penyidik AKBP Rossa Diperiksa Dewas KPK
Indonesia
Bencana Hidrometeorologi Meluas, Pemprov Sumut Aktifkan Status Darurat 14 Hari
Curah hujan ekstrem picu 86 kejadian bencana di Sumut. Pemerintah fokus evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan infrastruktur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Bencana Hidrometeorologi Meluas, Pemprov Sumut Aktifkan Status Darurat 14 Hari
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bobby Nasution Sebut Hanya Iblis yang Tak Bisa Dipanggil Penegak Hukum
Bobby Nasution viral di medsos karena pernyataan menyinggung ke aparat. Cek kebenaran infonya!
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Bobby Nasution Sebut Hanya Iblis yang Tak Bisa Dipanggil Penegak Hukum
Indonesia
ICW Nilai Lambannya Pemeriksaan Bobby Nasution Jadi Sinyal KPK ‘Masuk Angin’
ICW menilai, pemeriksaan Bobby Nasution terlalu lamban. Hal itu menjadi sinyal bahwa KPK berpotensi masuk angin.
Soffi Amira - Jumat, 21 November 2025
ICW Nilai Lambannya Pemeriksaan Bobby Nasution Jadi Sinyal KPK ‘Masuk Angin’
Indonesia
Dewas KPK Tindak Lanjuti Dugaan AKBP Rossa 'Amankan' Gubernur Bobby, Tenggatnya 15 Hari
Dewas KPK akan segera melakukan musyawarah untuk menentukan langkah berikutnya dalam menindaklanjuti laporan yang sudah masuk
Wisnu Cipto - Rabu, 19 November 2025
Dewas KPK Tindak Lanjuti Dugaan AKBP Rossa 'Amankan' Gubernur Bobby, Tenggatnya 15 Hari
Bagikan