Headline

Gibran Bertemu Megawati Demi Rekomendasi Pilwalkot Solo, Pengamat: PDIP Bakal Pecah

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 26 Oktober 2019
 Gibran Bertemu Megawati Demi Rekomendasi Pilwalkot Solo, Pengamat: PDIP Bakal Pecah

Pengamat politik dan ketatanegaraan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Agus Riwanto. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menegaskan serius untuk maju Pilwakot Solo 2020 lewat PDI Perjuangan.

Terbaru keseriusan Gibran maju di Pilwakot Solo dibuktikan dengan bertemu empat mata dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediamannya Teuku Umar, Jakarta, Kamis (24/10).

Baca Juga:

Gibran Temui Megawati, Ketua DPC PDIP Solo: Kader Bertemu Ketua Umum Itu Biasa

Di lain sisi, DPC PDIP Solo telah mengusung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai cawali dan cawawali di Pilwakot Solo.

Gibran ngotot maju lewat PDIP, pengamat sebut potensi perpecahan bisa terjadi
Gibran Rakabuming usai bertemu dengan Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Jakarta Pusat (MP/Kanu)

Kondisi tersebut mendapatkan sorotan pengamat politik dan ketatanegaraan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Agus Riwanto.

"Saya menilai apa yang terjadi di PDIP dalam Pilwakot Solo adalah bentuk 'kontestasi' dalam internal partai. Ini persoalan biasa dalam dunia politik," ujar Agus di Solo, Jumat (25/10).

Agus menegaskan adu kuat, adu gagasan, adu ide dalam tubuh parpol bagian dari dinamika politik. Ia menyebut pertentangan soal calon itu karena DPC PDIP lebih menghendaki adanya tokoh yang berbeda.

"Pertentangan soal calon itu terjadi di tingkat DPC, tapi pemegang rekomendasi final tetap ditangan DPP," kata dia.

Ia beranggapan kalau rekomendasi tidak sesuai dengan yang diusulkan bakal merugikan konstituen. Lebih parahnya akan memecah kubu di tubuh PDIP, akibat satu kubu dukung calon diusulkan DPC dan kubu kubu dua mendukung sosok yang mendapatkan rekomendasi DPP.

"Ya perpecahan di tubuh PDIP Solo bisa dicegah asal ada tokoh lokal yang punya kharisma mendamaikan kedua kubu. Jika tokoh tersebut bisa bersikap dewasa, maka tidak akan terjadi masalah dan tidak akan menyebabkan faksi di tubuh DPC," terang Agus.

Baca Juga:

Diisukan Maju Lewat Jalur Independen, Gibran Klarifikasi ke Megawati

Agus berharap tidak sampai ada gejolak mengarah kekerasan karena itu akan merugikan citra partai dimata warga. Ia menilai tensi politik di Solo akan terus memanas jika kondisinya seperti ini.

"Harus ada tindakan cepat dari DPP PDIP untuk memadamkan. Bola panas saat ini ada ditingkat DPP PDIP dan Ketua Umum PDIP," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Gibran Ngotot Daftar Pilwalkot Solo Lewat DPP, Purnomo Kemungkinan Pilih Mundur

#Pengamat Politik #Wali Kota Solo #Gibran Rakabuming #PDI Perjuangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Sementara, Prosesi sakral pengibaran Sang Merah Putih berlangsung mulai pukul 09.54 WIB, disusul amanat Inspektur Upacara pukul 10.16 WIB
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 Juni 2026
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Tema, Susunan Acara dan Formasi Paskibraka
Indonesia
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Pemkot Solo menggandeng Kejagung untuk merevitalisasi Sriwedari. Anggarannya ditaksir mencapai Rp 200 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Kementerian LH Tegur Pemkot Solo Terkait Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan surat teguran tersebut diterimanya belum lama ini.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Kementerian LH Tegur Pemkot Solo Terkait Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Indonesia
Menu MBG Ramadan Diprotes, Wali Kota Solo Minta Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi
Menu Makan Bergizi Gratis saat Ramadan diprotes warga. Wali Kota Solo Respati Ardi minta Badan Gizi Nasional segera evaluasi dan perbaiki distribusi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Menu MBG Ramadan Diprotes, Wali Kota Solo Minta Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikabarkan sudah menyiapkan sosok untuk menjadi calon Presiden dan Cawapres di Pemilu 2029.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Indonesia
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Bagikan