Merahputih.com - Partai Gerindra mengklarifikasi adanya penangkapan terhadap ambulans partai yang diduga digunakan untuk mengangkut batu dan amplop bagi pelaku kerusuhan di beberapa tempat.
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pihaknya memang memiliki ratusan ambulans yang disumbangkan oleh perusahaan ke Badan Kesehatan Indonesia Raya.
BACA JUGA: Polda Jawab Dugaan Ambulans Gerindra Berisi Batu Milik Hashim Adik Prabowo
"PT Arsari ini yang mendistribusikan ambulans-ambulans itu ke DPC-DPC Gerindra di seluruh Indonesia. Dimana ambulans itu dipakai untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Andre di Jakarta, Sabtu (25/5).
Andre mengaku tak tahu kenapa Ambulans dari DPC Tasikmalaya bisa hadir saat demo di Bawaslu. "Kami sudah memerintahkan tim advokasi Gerindra untuk menginvestigasi. Jangan hanya ini sebatas framming seperti yang kami alami sebelum Pemilu kemarin," imbuh Andre.
Andre menjelaskan, ada informasi dari sopir dan pengurus partai bahwa tak tahu ada batu disana. "Ada anggota Sekertaris DPC Gerindra yang bingung kenapa ada batu disana. Ini investigasi lagi berjalan. Tim hukum kami lagi menanyakan bantuan," terang Andre.
Terkait amplop Rp 1,5 juta di ambulans itu, Andre menduga hal itu untuk akomodasi. "Uang segitu memang bisa untuk makar? Coba lah. Makanya jangan framming jilid dua," jelas dia.
BACA JUGA: Kronologi Penangkapan Ambulans Logo Gerindra saat Aksi 22 Mei
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebutkan ternyata mobil ambulans berlogo Partai Gerindra yang diamankan pada Rabu (22/5/2019) pagi diketahui milik PT Arsari Pratama dan tidak punya fasilitas medis.
Mobil ini atas nama PT Arsari Pratama yang beralamat di Jakarta Pusat. Mobil tersebut diketahui ditumpangi lima penumpang. Tiga tersangka berasal dari Tasikmalaya, yakni Y (supir), I (Sekretaris DPC Tasikmalaya), dan O (Wakil Sekretaris DPC Tasikmalaya), serta dua tersangka lainnya berasal dari Riau dengan inisial HS dan SGC. (Knu)