MerahPutih.Com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan, penggunaan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) lazim digunakan dalam Pemilihan Umum di berbagai negara.
"Penggunaan isu SARA wajar dan lazim digunakan oleh kandidat dalam pemilihan di negara lain," kata Ferry dalam diskusi politik CSIS bertajuk 'Lanskap Politik Nasional Pasca Pengumuman Capres-Cawapres: Strategi, Tantangan, dan Peluang Elektoral di Pemilu 2019 di Jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (20/8).
Menurut Ferry, yang tidak boleh dilakukan adalah penggunaan kekerasan verbal atau fisik yang mengatasnamakan SARA.
"Yang kita semua sebagai anak bangsa tidak setuju penggunaan kekerasan verbal atau fisik atas nama SARA. Itu kita nggak setuju," ujar dia.
Ferry mengungkapkan, tema politik identitas baru belakangan ini menjadi pembahasan di tanah air, padahal di luar negeri isu ini kerap dihembuskan oleh beberapa kandidat.
Ia pun lantas mencontohkan, penggunaan politik identitas dalam Pemilu di Amerika Serikat, oleh Donald Trump. Kala itu Donald Trump menggunakan isu imigran untuk memenangkan pemilu.
"Politik identitas di Amerika bagaimana Donald Trump menggunakan isu imigran adalah turunan dari isu SARA dan kemudian melahirkan kebijakan kepala negara," pungkas Ferry Juliantono.(Pon)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PAN Tak Keberatan Djoko Santoso Jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

