Gerindra: Belum Bergerak Saja Prabowo Sudah Ditakuti
Jokowi saat menerima Prabowo Subianto di Istana beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Sampai saat ini masih ada dua nama terkuat yang diprediksi bakal meramaikan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Joko Widodo sebagai petahana dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun, dari hasil survey berbagai lembaga, Jokowi tetap yang memiliki elektabilitas tertinggi.
Misalnya dari hasil yang dikeluarkan Saiful Mujani Research and Consulting Januari lalu, elektabilitas Jokowi mencapai 38,9 persen. Sedangkan Prabowo masih 10,5 persen.
Begitu juga dalam survey yang dilakukan Populi. Lembaga tersebut menyatakan elektabilitas Jokowi dan Prabowo sama-sama turun dibanding Desember 2017. Survey Desember 2017, Jokowi 54,9 persen. Untuk Prabowo, elektabilitasnya 18,9 persen. Nah, saat survey Februari 2018, elektabilitas Jokowi turun jadi 52,8 persen dan menyusut menjadi 15,4 persen.
Menanggapi masih jauhnya elektabilitas Prabowo dibanding Jokowi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon santai. Kata dia, mengatakan saat ini Prabowo memang belum bergerak untuk sosialisasi dan kampanye. Tapi, meski belum bergerak, elektabilitas Prabowo bisa dikatakan tinggi. "Belum bergerak saja sudah tinggi. Sudah ditakuti, apalagi kalau bergerak," kata Fadli Zon di gedung DPR, Kamis (1/3) seperti dilansir jpnn.
Karenanya dia tak begitu pusing dengan keunggulan Jokowi atas sang ketua umum partainya. Kata Fadli, petahana unggul dalam survei itu bukanlah sesuatu yang istimewa. "Ya biasa saja," katanya.
Menurutnya, sebagai petahana, Jokowi memiliki fasilitas untuk melakukan suatu upaya yang bisa diperhatikan oleh media. Termasuk untuk bertemu masyarakat. "Jadi, semacam structured political campaign. Sangat wajar," ungkapnya.
Nah, yang dia soroti justru elektabilitas Jokowi yang selalu di bawah 50 persen. Padahal Jokowi seorang petahana. "Artinya masyarakat sebagian besar masih menginginkan presiden baru. Khususnya yang bisa membenahi bidang ekonomi," paparnya.
Partai Gerindra, kata dia, akan segera merumuskan strategi untuk memenangkan Prabowo. (*)

Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Dikaitkan Kasus Korupsi Kuota Haji, Jokowi: Kerja Menteri Pasti dari Kebijakan Presiden
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Habiburokhman Tegaskan Kapolri Listyo Sigit 100 Persen Loyal pada Prabowo, Sebut Jadi Saksinya
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Profl Delapan Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Mulai dari Pakar Geofisika Legendaris Hingga Pendiri INDEF
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam