Brimob Sterilkan Gereja Katedral Jakarta dari Ancaman Benda Berbahaya
Sterilisasi Gereja Katedral Jakarta Brimob dari Benda Berbahaya. (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com- Umat Kristiani melaksanakan ibadah Jumat Agung pada, Jumat (15/4). Salah satunya Gereja Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat yang akan menggelar ibadah Jumat Agung dengan kapasitas terbatas.
Aparat Kepolisian dari Brimob Polda Metro Jaya pun melakukan sterilisasi di dalam bangunan gereja Katolik tertua di Jakarta itu.
Baca Juga:
Dari pantauan di lokasi, aparat berpakaian hitam itu memeriksa seluruh sudut gereja. Mulai dari altar, bangku umat hingga halaman gereja.
Alat pelacak pun tampak dipakai aparat Brimob untuk memeriksa seluruh bagian dalam gereja untuk mencari benda -benda berbahaya.
Bahkan, taman di depan gereja ikut diperiksa. Warga yang tak berkepentingan pun dilarang masuk sementara.
Hasilnya, tak ada satupun barang berbahaya yang ditemukan sehingga umat Katolik disana bisa beribadah dengan nyaman.
Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom mengatakan, seluruh aparat gabungan akan disebar di sekitar kawasan Katedral. Personel akan difokuskan di pintu masuk utama dan pintu masuk enam Gereja Katedral.
Selain itu, menurut Maulana, Direktorat Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) dari Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan mesin x-ray dan metal detector untuk skrining peserta yang akan mengikuti ibadah di Gereja Katedral.
"Pengamanan dari segi personel dan cara bertindaknya tidak jauh berbeda, masih sama seperti yang tahun lalu," tuturnya.
Selain itu, Maulana menjelaskan, seluruh aparat gabungan akan turut mengamankan jalannya ibadah tarawih yang berlangsung di Masjid Istiqlal.
"Kebetulan juga Masjid Istiqlal mengadakan kegiatan buka puasa dan salat tarawih, jadi kita juga ikut mengamankan kegiatan tersebut sehingga semua bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," ucap Maulana.
Humas Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie mengatakan, Jumat Agung akan dilaksanakan tiga kali di Gereja Katedral.
Yakni jam 12.00 untuk online. Kemudian pelaksanaan ibadah selanjutnya pukul 15.00 WIB dan 18.00 WIB dilaksanakan secara online dan offline.
Susyana mengungkapkan, Jumat Agung adalah ibadah untuk merenungkan dan memperingati misteri sengsara dan wafatnya Yesus disalib demi menebus dosa umat manusia.
Nanti akan dilakukan penghormatan salib bagi umat yang hadir dengan cara menghormati dari tempat duduk masing-masing ke depan.
"Yaitu petugas akan mengangkat Salib di bagian depan dan penerimaan Komuni," ungkapnya.
Susyane menjelaskan bahwa Gereja Katedral melaksanakan Jumat Agung dengan protokol kesehatan yang ketat.
Jarak tempat duduk diatur, menyediakan alat suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer akan tersedia di sejumlah sisi Gereja Katedral.
"Hal itu dilakukan sebagai upaya melaksanakan prokes secara ketat guna memutus persebaran COVID-19," ucap Susyana.(Knu)
Baca Juga:
Perayaan Tri Hari Suci Paskah di Gereja Katedral Dijaga Ketat Aparat Kepolisian
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Lebih dari 3.000 Umat Hadiri Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta
Khidmat Umat Kristiani Ibadah Malam Natal 2025 di GPIB Immanuel Jakarta
Papan Nama Gereja Katolik Santo Joannes Baptista Parung Diresmikan, Romo Paroki: Komitmen Hidup Berdampingan dan Toleransi Beragama yang Baik
Kemenag Pasang Papan Nama Gereja Katolik Santo Joannes Baptista Parung, Bukti Negara Hadir untuk Umat Nasrani
'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' Jadi Tema Natal 2025 Gereja Katolik, Refleksi di Tengah Tekanan Sosial dan Ekonomi
5 Ribu Kursi Tersedia, Simak Jadwal Misa Malam Natal, Natal, dan Tahun Baru 2026 di Gereja Katedral Jakarta
Menag dan Ketua DMI Hadiri Peresmian Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City
Natalius Pigai Siapkan UU Baru Pasca Insiden Perusakan Rumah Ibadah Kristen di Padang
[HOAKS atau FAKTA]: Australia Berikan Dana Khusus untuk Umat Kristen dan Gereja di Indonesia
Temuan Komnas HAM di Balik Persekusi Retreat Kristen di Cidahu Sukabumi, Pengusiran hingga Perusakan