Wisata

General Manager JSI Resort Kompeten Jadi Dosen Vokasi Setara S2

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 06 September 2018
General Manager JSI Resort Kompeten Jadi Dosen Vokasi Setara S2

Calon Dosen Vokasi Ahli Perhotelan di Level 8 (Foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELUM lama ini Jakarta International Hotels School (JIHS) dan Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD DKI Jakarta, telah menandatangani sebuah Nota kesepahaman. Nota itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah dosen vokasi di Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri perhotelan.

Nota kesepahaman itu merupakan kesepakatan dari keduabelah pihak untuk mendapatkan dengan cepat dan mudah dosen-dosen industri dari para general manager (GM) Hotel.

Kerjasama ini sendiri dibuat oleh Kementerian Pariwisata guna mencetak tenaga ahli perhotelan di level 8 yang setara dengan S2. Program ini sendiri dalam rangka mengejar standarisasi kompetensi para GM. Dimana seorang GM harus kompeten dari segi perhotelannya, seperti dari manajemen, keuangan, dan lain-lain.

Pasalnya, saat ini banyak sekali akedemisi kurang dalam pengalaman di perhotelannya, maka dari itu dengan adanya program tersebut, GM yang menjadi praktisi dapat membantu mengembangkan pendidikan di perhotelan untuk menunjang pengembangan kepariwisataan. Hal itu diutarakan oleh Anndy Bramasto selaku GM JSI Resort.

"Dibuatnya sebuah assessment, dalam hal ini untuk melihat GM-GM yang akan ikut assessment ini layak kompeten untuk mengajar, setara S2 untuk bisa membantu mengajar menjadi dosen vokasi untuk pengembangan pendidikan dari sisi perholetannya dan pengembangan kepariwisataan," ucap Anndy Bramasto saat dihubungi merahputih.com via telepon.

anndy
Anndy Bramasto GM JSI yang ikut assessment dosen vokasi. (Foto: ist.)

Penyaringan para GM yang lolos kompeten dipilih dalam beberapa kriteria. Salah satunya minimal telah memiliki pengalaman selama 2 tahun menjadi general manager di hotel baik bintang 1 maupun bintang 5. Selain itu akan dinilai pula penguasaan dari semua lini, dimana syarat-syarat tersebut akan dipenuhi dengan assasment. Nantinya akan ada pertanyaan seperti pengelolaan dan menganalisa keuangan, membuat narasi pengembangan bisnis dan kemaslahatan masyarakat yang diakui baik nasional maupun multi nasional.

Calon dosen vokasi sendiri awalnya ada 300 orang lalu dipadatkan menjadi 150 orang dari seluruh Indonesia pada batch ke 9 dosen vokasi. Namun undangan yang terakhir terdiri dari 126 orang yang berasal dari berbagai wilayah seperti Medan, Bali, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Banjarmasin dan kota-kota besar lainnya.

Untuk lolos menjadi dosen vokasi ditentukan dari ujian yang nantinya dinyatakan kompeten oleh asesornya. Para calon dosen digodok lagi di BNSP untuk mendapatkan sertifikat. Kemudian menunggu sekitar 1 minggu-1 bulan hingga keluar sertifikat. Nah, setelah keluar dan dinyatakan kompeten para dosen vokasi wajib mengembangakan potensi pariwisata dengan cara mengajar dan lain-lain.

dosen vokasi
Para GM yang akan mengembangkan pendidikan kepariwisataan. (Foto: ist.)

Tujuan utamanya ialah mencetak tenaga-tenaga mudah profesional yang dikembangkan oleh para ahli dari sisi perhotelannya dengan para GM Hotel. Hingga ketika para mahasiswa lulus mereka akan mendapat bekal baik dari akademisi ataupun praktisi (Dosen Vokasi).

Dari sekian ratus orang yang menjalani assasment tersebut, salah satu yang berhasil dinyatakan kompeten ialah General Manager dari JSI Resort, Megamendung, Puncak yaitu Anndy Bramasto. Hal ini merupakan prestasi yang sangat mengagumkan, karena bukan perkara mudah untuk lolos dari assasment calon dosen vokasi tersebut.

"Dari uji sudah tertulis saya kompeten, sertifikasinya antara seminggu sampai sebulan. Jadi saya sudah kompeten jadi dosen vokasi setara S2, nanti setelah memegang sertifikat saya sudah bisa ngajar di universitas," tutur Anndy Bramasto.

Nantinya sesuai mendapat sertifikat, barulah para GM yang telah dinyatakan kompeten dapat membantu memberikan ilmunya kepada siswa didik khususnya dalam bidang perhotelan.

Untuk penempatan para dosen vokasi sendiri, nantinya akan disesuaikan dengan daerah tempat kerja para GM yang telah dianggap kompeten.

Program ini sendiri berangkat dari kurangnya SDM untuk dosen pengajar khususnya dibidang perhotelan. Karena itu program ini dilakukan untuk pengembangan pariwisata yang tentunya sangat dibutuhkan orang-orang yang pengalaman di perhotelan secara langsung dan harus tersertifikat. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Cetak Sejarah dalam Penyelenggaraan Asian Games 2018, Indonesia Tuai Pujian

#JSI Resort #Kementerian Pariwisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Kemenpar Dorong Konser Musik Internasional Jadi Penggerak Ekonomi Pariwisata
Membuka ruang promosi yang lebih besar bagi Indonesia di mata masyarakat internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Kemenpar Dorong Konser Musik Internasional Jadi Penggerak Ekonomi Pariwisata
Indonesia
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Fun
'Enchanting Beginning' JSI Resort Megamendung Tawarkan Pilihan Paket Pernikahan Impian
Menjadi titik temu para calon pengantin untuk mewujudkan mimpi meeraykan pernikahan yang berkesan dan mendalam bagi pengatin, keluarga serta tamu undangan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
'Enchanting Beginning' JSI Resort Megamendung Tawarkan Pilihan Paket Pernikahan Impian
Travel
Kencana Valley JSI Resort Megamendung, Kehangatan Vila Privat dengan Layanan Butler Pribadi
JSI Resort Megamendung juga menyediakan berbagai aktivitas wellness seperti yoga, sound bath atau terapi relaksasi menggunakan getaran suara.
Dwi Astarini - Senin, 06 Juli 2026
Kencana Valley JSI Resort Megamendung, Kehangatan Vila Privat dengan Layanan Butler Pribadi
Lifestyle
Kids' Outdoor Playground JSI Resort Megamendung Banjir Pengunjung, Jadi Pilihan Terbaik Libur Sekolah
Kids' Outdoor Playground menjadi salah satu area favorit keluarga saat musim liburan tiba, termasuk di JSI Resort Megamendung.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
 Kids' Outdoor Playground JSI Resort Megamendung Banjir Pengunjung, Jadi Pilihan Terbaik Libur Sekolah
Indonesia
Konflik Timur Tengah masih Panas, Kemenpar Siapkan Langkah Mitigasi
Pemerintah terus memantau perkembangan situasi yang berkaitan dengan konektivitas penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
Konflik Timur Tengah masih Panas, Kemenpar Siapkan Langkah Mitigasi
Indonesia
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Guna mengembalikan kepercayaan dunia, Bambang mendesak pemerintah segera membentuk polisi pariwisata khusus seperti yang telah sukses diterapkan di Malaysia dan Filipina
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
Runner yang Meninggal dalam Ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025 Dimakamkan, Wakil Bupati Karanganyar Sebut Kehilangan Putra Terbaik
Sigit Joko Poernomo ialah Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
Runner yang Meninggal dalam Ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025 Dimakamkan, Wakil Bupati Karanganyar Sebut Kehilangan Putra Terbaik
Indonesia
Pengesahan UU Pariwisata Dinilai Bakal Jadi Angin Segar Target Ekonomi 8 Persen
Novita menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam ekosistem pariwisata
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Oktober 2025
Pengesahan UU Pariwisata Dinilai Bakal Jadi Angin Segar Target Ekonomi 8 Persen
Indonesia
DPR Resmikan RUU Kepariwisataan, Siap Beradaptasi dengan Revolusi Digital Global
Saleh menilai bahwa aspek yuridis dalam UU Kepariwisataan yang lama sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas dan tantangan sektor kepariwisataan saat ini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Oktober 2025
DPR Resmikan RUU Kepariwisataan, Siap Beradaptasi dengan Revolusi Digital Global
Bagikan