Headline

Gempa Bumi Berskala 5,6 Skala Richter Guncang Sumba Barat Daya

Eddy FloEddy Flo - Senin, 06 Agustus 2018
Gempa Bumi Berskala 5,6 Skala Richter Guncang Sumba Barat Daya

Ilustrasi Gempa Bumi. (Thepioneeronline)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Gempa bumi magnitudo berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR), Senin (6/8) malam dilaporkan menguncang barat daya Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa tersebut terjadi pada pukul 20.06.26 WITA dengan episentrum terletak pada 11.50 Lintang Selatan dan 118.19 Bujur Timur (BT), kata Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru- Kupang, Robert Owen Wahyu, Senin malam.

Gempa berlokasi pada 242 km barat daya, Sumba Barat Daya pada kedelaman 10 km.

Sebagaimana dilansir Antara, sampai berita ini ditayangkan, belum ada laporan mengenai dampak dan gempa susulan.

Berdasarkan laporan pihak BMKG gempa bumi tersebut juga dirasakan guncanganya oleh masyarakat di Sumba Barat Daya (Tambolaka) III-IV MMI (II SIG-BMKG), Sumba Timur (Waingapu) II-III MMI (I SIG-BMKG), dan Sumba Barat (Waikabubak) III-IV MMI (II SIG-BMKG). Dan gempa bumi tersebut juga tidak berpotensi tsunami.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur (Foto: MerahPutih/Novriadi Sitompul)

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,4 skala ricther pernah mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, pada Rabu (4/7) lalu.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho mengatakan, penyebab gempa 7 SR di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sumba Barat Daya, berjenis gempa dangkal. Episenter darat gempa berkedalaman 15 km pada 18 km barat laut.

"Jenis gempa dangkal ini akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Arch Thrust), dibangkitkan deformasi bantuan dengan mekanisme pergerakan naik," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Sutopo menerangkan, pergerakan Sesar Naik Flores di Lombok Utara menyebabkan kerawanan gempa. Menurut dia, Flores hingga Lombok terdapat patahan atau sesar yang memanjang.

"Jadi, patahan ini sebagai respons terhadap desakan Kontinen Australia. Sesar ini pernah dipetakan dalam Ekspedisi Marine Geology Rama oleh University California Santa Crus dan LIPI 1981," jelas Sutopo.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Segera Merehabilitasi Dampak Gempa NTB

#Sutopo Purwo Nugroho #Gempa Bumi #BNPB #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Jumat (16/10).
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Prakiraan cuaca BMKG Senin, 19 Oktober 2026: hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter, dan potensi banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Indonesia
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek, tetapi kualitas udara Jakarta masih tidak sehat di sejumlah titik. BMKG mengingatkan potensi cuaca kering dan kebakaran hutan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026: Hujan Petir Mengintai, Penerbangan Diminta Waspada
Prakiraan cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026, menunjukkan potensi hujan ringan, petir, dan kabut di sejumlah wilayah Indonesia. Waspadai awan Cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026: Hujan Petir Mengintai, Penerbangan Diminta Waspada
Indonesia
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Berita Foto
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Petugas menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Indonesia
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Langkah tersebut diambil demi memastikan fasilitas pendidikan tidak hanya layak dan nyaman, tetapi juga aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Indonesia
Banjir Rob Jakarta Utara 12-16 Oktober 2026: Peringatan Dini BMKG dan Wilayah Terdampak
Cari info prediksi banjir rob Jakarta Utara terbaru? Cek peringatan dini BMKG untuk periode 12-16 Oktober 2026, daftar wilayah terdampak, dan antisipasinya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Banjir Rob Jakarta Utara 12-16 Oktober 2026: Peringatan Dini BMKG dan Wilayah Terdampak
Bagikan