Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Segera Merehabilitasi Dampak Gempa NTB

Eddy FloEddy Flo - Senin, 06 Agustus 2018
Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Segera Merehabilitasi Dampak Gempa NTB

Korban gempa Lombok Timur. Foto: Mora NTB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas adanya korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kepada korban bencana alam gempa di NTB khususnya di Lombok Utara, semoga arwahnya diterim Allah SWT," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor MUI Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Kalla mengatakan, pemerintah akan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan pasca bencana termasuk mengirimkan kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla. (Facebook/MUH. JUSUF KALLA)

"Pemerintah berjanji untuk segera merehabilitasi semua dampak bencana, tetapi terlebih dahulu ada tanggap darurat pertama mungkin dua, tiga minggu," ujarnya.

Terkait hal itu, kata wapres yang disapa Pak JK, pemerintah akan melibatkan seluruh instansi, baik internal maupun eksternal untuk segera memulihkan kondisi di lokasi.

"PMI juga aktif di sana, banyak sekali menolong orang evakuasi, mendirikan pos-pos kesehatan PMI dan juga kita kirim saya berbicara dengan Pak Gubernur tadi siang kebutuhan dasarnya antara lain air, jadi kita kirim tangki air ke sana," cetus Jusuf Kalla.

Kerusakan akibat gempa Lombok
Kerusakan akibat gempa Lombok Timur. Foto: Mora NTB

Wapres JK mengaku ingin segera berkunjung ke NTB dalam waktu dekat ini. Dia ingin memastikan penanggulangan dampak gempa berjalan lancar.

"Tentu presiden dulu yang biasanya ke sana. Nanti insya allah pada saat rehabilitasi. Yang paling penting saat ini, tanggap darurat, habis itu rehabilitasi kemudian rekonstruksi. Kerena menurut gubernur tadi pagi, di sekitar lombok utara itu 70 persen bangunan rusak," pungkasnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok Utara, NTB, Minggu (5/8) malam.

Akibat getaran bumi itu, dilaporkan sekitar 91 orang meninggal dunia dan banyak bangunan rusak berat.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: MUI: Umat Islam Jangan Terjebak dalam Pandangan Dikotomis dan Saling Menyalahkan

#Wapres Jusuf Kalla #Gempa Bumi #NTB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan enam perjalanan kereta api.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran terasa hingga Garut. BPBD Garut langsung menyisir pesisir pantai untuk mendeteksi dampak dan kerusakan. Warga panik berlarian keluar rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Indonesia
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan KA Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
7 Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
7 Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Kereta Cepat Kyushu Shinkansen Masih Lumpuh Total Sehari Pasca-Gempa M 7,1, Trem Sudah Jalan
Layanan Kyushu Shinkansen masih terhenti sehari pasca gempa M 7,1 di Kumamoto. Trem Kumamoto kembali beroperasi terbatas. Korban tewas bertambah jadi 13 orang, Mall Aeon runtuh.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Kereta Cepat Kyushu Shinkansen Masih Lumpuh Total Sehari Pasca-Gempa M 7,1, Trem Sudah Jalan
Bagikan