Gelombang Baru Kasus COVID-19, Melbourne kembali Lockdown
Australia terapkan masa penguncian yang ketiga kalinya. (Foto: Unsplash/Matt Zhang)
AKIBAT khawatir akan gelombang kedua COVID-19, lebih dari 300.000 warga pinggiran Kota Melbourne kembali ke tingkat pembatasan paling ketat ketiga, Rabu (1/7). Warga tidak diperbolehkan meninggalkan rumah kecuali untuk belanja bahan makanan, urusan kesehatan, pekerjaan penting, mengasuh orang, dan kegiatan kebugaran sehari-hari. Masa penguncian akan berlangsung setidaknya sampai 29 Juli nanti.
Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengatakan dalam jumpa pers bahwa kebijakan penutupan akan diterapkan selama empat minggu mendatang. "Agar kita bisa mengendalikan penularan dalam komunitas di seluruh Kota Melbourne," katanya kepada Reuters.
Baca juga:
Ada Kemungkinan Pelancong Tidak Dapat Mengunjungi Australia Hingga 2021
Pedoman dari Departemen Kesehatan Victoria menetapkan 10 kode pos di Melbourne yang dianggap sebagai titik panas virus corona.
Bisnis yang baru-baru ini diizinkan untuk dibuka kembali akan sekali lagi dibatasi. Kafe dan restoran hanya akan mengizinkan pemesanan untuk dibawa pulang atau dikirim. Selain pembatasan, otoritas kesehatan berharap untuk menguji setengah dari populasi yang terkena dampak penguncian COVID-19.
Polisi akan berpatroli di zona dan perbatasan untuk memastikan bahwa warga negara mematuhi pembatasan baru. Pembatasan lebih lanjut di sekitar Melbourne tetap menjadi kemungkinan di masa depan.
Dalam sebuah pernyataan kepada publik, Andrews mengatakan peningkatan wabah dapat kembali terjadi. Hal itu dimungkinkan karena pelanggaran pengendalian infeksi yang terjadi di hotel-hotel di seluruh negara bagian. Padahal, Victoria dalam program karantina.
Baca juga:
Pihak otoritas akan melakukan tes COVID-19 kepada warga terdampak. (Foto: Unsplash/Shi Min Teh)
Andrews menyayangkan sikap warga yang tak menganggap serius pandemi ini. "Itu membawa kita pada keputusan sulit.Kembali ke pembatasan yang lebih keras," ujarnya.
Di tempat lain di saat yang bersamaan, Australia mulai membuka dan memasuki fase tiga pengangkatan penguncian.
Aturan baru di bagian lain negara itu memungkinkan pembukaan kembali bar dan klub kepada untuk total pengunjung lebih dari 100 orang. Itu pun dengan catatan mereka mampu mempertahankan aturan jarak sosial. Namun, ketika daerah-daerah itu mengangkat masa penguncian, mereka dapat menerapkan aturan karantina atau pembatasan perjalanan untuk orang yang bepergian melintasi batas negara bagian dari Victoria.
Pada puncak peperangan melawan virus corona, Australia melarang perjalanan antarnegara, tapi mulai melonggarkan pembatasan. Negara ini sedang menyelidiki kemungkinan membuka 'gelembung perjalanan' antara daerah berisiko rendah dan tujuan serupa seperti Selandia Baru.
Saat ini terdapat kurang dari 400 kasus COVID-19 aktif di Australia. Sepanjang wabah virus corona, Australia melaporkan sekitar 7.920 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dan 104 kasus kematian. (lgi)
Baca juga:
70 Kasus Terbaru COVID-19 Pasca Pembukaan Sekolah di Prancis
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Penembakan Massal Sydney, PM Australia Anthony Albanese Usulkan UU Senjata Nasional yang Lebih Ketat
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Penembakan Bondi Targetkan Komunitas Yahudi Australia, PM Albanese Gelar Rapat Keamanan Nasional
Polisi NSW Kategorikan Penembakan Bondi Aksi Terorisme, Korban Tewas Jadi 16 Orang
Penembakan Massal Pantai Bondi Sydney Dilakukan Ayah-Anak, 1 Pelaku Tewas di TKP