MerahPutih.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran berpengaruh pada kenaikan harga daging sapi di Jakarta.
Dinamika politik itu berdampak pada stabilitas nilai tukar dolar Amerika Serikat dan biaya impor komoditas pangan.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyebutkan, jika ketegangan internasional meningkat nilai dolar menguat dan dipastikan harga daging sapi di dalam negeri berpotensi ikut terdampak.
Ia pun menyinggung dampak konflik terhadap jalur perdagangan global. Ia mengatakan, isu penutupan Selat Hormuz dapat memengaruhi sekitar 25 persen pasokan minyak dunia dan berpotensi mendorong kenaikan harga energi.
"Kalau geopolitiknya gonjang-ganjing dan US Dollar menguat, maka harga pun juga pasti akan terpengaruh," kata Raditya dalam acara diskusi dan buka puasa bersama di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (5/3) malam.
Baca juga:
Ia menjelaskan, bahwa pasokan daging sapi dan kerbau selama ini berasal dari sejumlah negara seperti Australia, Brasil, dan India.
Seluruh transaksi impor tersebut menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat sehingga sangat bergantung pada kondisi geopolitik global.
"Jakarta itu bukan daerah penghasil, tapi daerah konsumsi. Untuk sapi, terutama daging sapi, sekitar 95 persen kebutuhan Indonesia dipenuhi dari impor," ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dharma Jaya mulai memperkuat pasokan dari peternak dalam negeri. Perusahaan pelat merah milik Pemprov Jakarta itu telah menjalin kerja sama dengan sejumlah peternakan sapi lokal di Jawa dan Lampung.
Baca juga:
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, DPRD DKI Minta Pemprov DKI Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok
Menurut Raditya, langkah itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok apabila harga daging impor mengalami kenaikan signifikan.
"Dharma Jaya juga sekarang sudah mulai membeli dari sapi-sapi lokal. Ini sebagai antisipasi agar masyarakat Jakarta tetap memiliki pilihan jika harga impor terlalu tinggi," tuturnya.
Raditya berharap ketegangan geopolitik dapat segera mereda agar tidak berdampak lebih luas terhadap harga pangan. (Asp)