MerahPutih.com - Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Jawa Tengah mencatat sebanyak 61 event tahunan 2020 untuk menunjang pariwisata di Kota Solo batal diadakan. Hal tersebut terjadi setelah Solo ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) sejak tanggal 13 Maret sampai sekarang.
"Kami menghitung ada sekitar 61 event pariwisata di Solo yang batal digelar dari Maret sampai Juni akibat wabah virus COVID-19," ujar Kepala Disparta Solo, Hasta Gunawan pada MerahPutih.com, Kamis (25/6).
Baca Juga
Ribuan Calon Siswa Cabut Berkas PPDB Online karena Takut Dipolisikan Ganjar
Ia menjeskan event yang batal digelar akibat vurus corona tersebut ada yang bersekala besar untuk menarik wisatawan mancanegara dan event yang bersifat lokal. Event wisata besar yang batal diadakan diantaranya Grebeg Syawal Keraton Kasunanan Surakarta, Gebyar Bakdan Ing Balaikambang, Pekan Syawalan Jurug Solo Zoo, Bakdan Neng Solo, dan Festival Ketoprak.
"Ada sebagian event bersekala internasional yang tetap kami gelar secara virtual seperti IMF (Internasional Mask Festival) yang diadakan tanggal 19-20 Juni lalu," kata Hasta.
Untuk event Solo Batik Carnival (SBC), lanjut dia, sejauh ini belum dibicarakan dibatalkan atau diadakan secara virtual. SBC sendiri sesuai kalender event 2020 Pemkot Solo diadakan tanggal 17-19 Juli mendatang.
"Kita tunggu perintah Wali Kota Solo. Kalau SBC digelar secara terbuka kemungkinan kecil bisa diadakan jika situasi Solo masih KLB," kata dia.
Event bersifat lokal yang batal diadakan tahun ini, kata dia, diantaranya festival dalang cilik, festival hadrah, Solo Culinary Festival, Solo Menari, satu dekade pesta film Solo, kampung Ramadan, pameran produk UMKM kelurahan, dan HUT CFD. Untuk event kesenian wayang orang dan ketoprak tetap diadakan secara virtual.
Baca Juga
Jokowi Sidak Kesiapan Banyuwangi Jadi Prototipe Wisata New Normal di Indonesia
"Kami dorong event yang bisa diadakan secara virtual untuk tetap diadakan mengingat anggaran dari Disparta juga banyak digunakan untuk penanganan corona di Solo," pungkas Hasta. (*)
Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.