Gedung Putih Konfirmasi Presiden Donald Trump akan Tanda Tangani Perintah Eksekutif Penutupan Departemen Pendidikan, Menegaskan Kontrol Federal pada Pendidikan telah Gagal

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 20 Maret 2025
 Gedung Putih Konfirmasi Presiden Donald Trump akan Tanda Tangani Perintah Eksekutif  Penutupan Departemen Pendidikan, Menegaskan Kontrol Federal pada Pendidikan telah Gagal

Donald Trump (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PIHAK Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif yang telah lama dinantikan pada Kamis (20/3). Perintah eksekutif itu bagian dari janji kampanye utamanya untuk menutup Departemen Pendidikan.

Seperti dilansir Reuters, langkah Trump ini sudah ditentang sekelompok jaksa agung negara bagian dari Partai Demokrat. Mereka mengajukan gugatan untuk menghentikan Trump membubarkan departemen tersebut dan mencegah pemecatan hampir setengah dari stafnya yang diumumkan minggu lalu.

Trump dan penasihat miliardernya, Elon Musk, telah berusaha menutup program dan institusi pemerintah, seperti Badan Bantuan Internasional AS, tanpa persetujuan Kongres. Meski begitu, menghapus Departemen Pendidikan akan menjadi upaya pertama Trump untuk menutup agen tingkat kabinet.

Trump tidak dapat menutup agen tersebut tanpa legislasi dari Kongres, yang bisa menjadi sulit. Partai Republik Trump memegang mayoritas 53-47 di Senat. Namun, legislasi besar, seperti RUU yang menghapus agen tingkat kabinet, memerlukan 60 suara atau dukungan dari tujuh Senator Demokrat untuk disahkan. Senator Demokrat belum memberikan tanda-tanda mereka akan mendukung penghapusan Departemen Pendidikan.

Perintah itu mengarahkan Menteri Pendidikan Linda McMahon untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi penutupan Departemen Pendidikan dan mengembalikan wewenang pendidikan kepada negara bagian. Di saat bersamaan, ia terus memastikan penyampaian layanan, program, dan manfaat yang efektif dan tidak terputus yang diandalkan warga Amerika.

Perintah tersebut juga mengharuskan program atau kegiatan yang menerima sisa dana Departemen Pendidikan tidak boleh mempromosikan DEI (keragaman, kesetaraan, dan inklusi) atau ideologi gender.

Trump telah berulang kali menyerukan penghapusan departemen tersebut, menyebutnya sebuah penipuan besar. Ia mengusulkan penutupan departemen ini pada masa jabatan pertama sebagai presiden, tetapi Kongres tidak bertindak. Bulan lalu Trump mengatakan ia ingin departemen tersebut ditutup segera, tetapi mengakui bahwa ia akan membutuhkan dukungan dari Kongres dan serikat guru.

Baca juga:

Pemerintahan Donald Trump Mulai PHK Massal Karyawan Voice of America, Memulai Langkah Pengiritan



"Kontrol pemerintah federal terhadap pendidikan telah gagal bagi siswa, orangtua, dan guru," kata Gedung Putih dalam ringkasannya, dikutip Reuters. Gedung Putih mengatakan departemen tersebut telah menghabiskan lebih dari USD 3 triliun sejak didirikan pada 1979 tanpa meningkatkan pencapaian siswa yang diukur dengan skor ujian standar.

Sebelum departemen ini didirikan, pendidikan merupakan bagian dari Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan AS, yang beroperasi dari 1953 hingga 1979.

Pembela departemen tersebut mengatakan peran departemen sangat penting untuk menjaga standar pendidikan publik yang tinggi. Mereka menuduh Partai Republik berusaha mendorong pendidikan berbasis keuntungan. Penutupan segera dapat mengganggu bantuan senilai puluhan miliar dolar untuk banyak sekolah K-12 dan bantuan biaya kuliah untuk mahasiswa.

McMahon, yang merupakan salah satu pendiri dan mantan CEO WWE, yang baru saja dikonfirmasi Senat pada Senin, telah membela rencana Trump untuk menghapuskan agen ini, tetapi berjanji bahwa pendanaan sekolah federal yang dialokasikan Kongres untuk membantu distrik sekolah dan siswa berpenghasilan rendah akan terus berlanjut.

Sumber yang mengetahui perintah tersebut mengatakan pinjaman mahasiswa dan layanan untuk anak-anak dengan disabilitas sudah diatur dalam hukum dan akan terus berjalan.

Departemen ini mengawasi sekitar 100 ribu sekolah negeri dan 34.000 sekolah swasta di Amerika Serikat, meskipun lebih dari 85 persen pendanaan sekolah negeri berasal dari pemerintah negara bagian dan lokal. Departemen ini menyediakan hibah federal untuk sekolah-sekolah dan program-program yang membutuhkan, termasuk uang untuk membayar para guru anak dengan kebutuhan khusus, membiayai program seni, dan mengganti infrastruktur yang sudah usang.

Departemen ini juga mengawasi pinjaman mahasiswa sebesar USD 1,6 triliun yang dimiliki puluhan juta orang Amerika yang tidak mampu membayar biaya universitas secara penuh.(dwi)

Baca juga:

Cegah Pembubaran USAID oleh Presiden Donald Trump, Anggota Parlemen Demokrat Luncurkan RUU

#Elon Musk #Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Link Live Streaming Peluncuran SpaceX Starship: Misi Perdana Roket Raksasa Elon Musk ke Luar Angkasa
Jangan lewatkan sejarah peluncuran SpaceX Starship Flight 14 yang siap menembus orbit Bumi untuk pertama kalinya. Cek jadwal, link live streaming, dan misi utamanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
Link Live Streaming Peluncuran SpaceX Starship: Misi Perdana Roket Raksasa Elon Musk ke Luar Angkasa
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Bagikan