Merahputih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan pengerahan ribuan personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, segera memasuki tahap eksekusi secara bertahap mulai April 2026.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden Prabowo Subianto pada KTT Dewan Perdamaian di Washington untuk mengirimkan sedikitnya 8.000 personel guna mendukung misi kemanusiaan dan perdamaian di wilayah konflik tersebut.
Pematangan Mandat dan Teknis Pengerahan
Pemerintah saat ini tengah mematangkan rincian operasional agar pengiriman pasukan berjalan efektif dan sesuai prosedur internasional. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menyusun batasan mandat (caveat) yang jelas.
Baca juga:
"Tentu akan ada tahapan-tahapannya, tetapi hal ini masih perlu dipastikan secara detail karena tidak mungkin langsung dikirim sebanyak itu dalam satu waktu," tegas Yvonne Mewengkang, Jumat (27/2).
Yvonne menambahkan bahwa misi ini murni bersifat non-tempur. Fokus utama personel Indonesia adalah pada bantuan kemanusiaan dan stabilisasi, bukan untuk upaya demiliterisasi di Jalur Gaza.
Seluruh teknis rancangan pengerahan dilakukan secara kolaboratif untuk menjaga keamanan dan efektivitas tugas di lapangan.
Target Pengerahan Awal April
Berdasarkan laporan portal berita Asharq Al-Awsat yang mengutip mediator Amerika Serikat, Bishara Bahbah, kelompok pertama pasukan ISF diprediksi mulai memasuki Gaza pada awal April mendatang.
Kontingen Indonesia dijadwalkan akan mengemban tanggung jawab pengamanan di wilayah selatan Jalur Gaza, sementara negara mitra lainnya akan mengisi pos di wilayah lain.
Bishara Bahbah menyatakan bahwa pengerahan ini akan dilakukan dalam skala besar secara beruntun.
"Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan," ungkapnya pada Kamis (26/2).
Baca juga:
Saat ini, proses penetapan Wakil Panglima ISF juga masih berlangsung sebagai bagian dari struktur komando misi internasional tersebut.
Kemlu menegaskan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan guna memastikan personel Indonesia dapat menjalankan misi mulia ini dengan maksimal.