Gara-Gara Ham, Koki Selebritas Paik Jong-won Terjerat Kontroversi, Disebut Kasi Harga Mahal, tapi Minim Daging

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 03 Februari 2025
Gara-Gara Ham, Koki Selebritas Paik Jong-won Terjerat Kontroversi, Disebut Kasi Harga Mahal, tapi Minim Daging

Chef Paik Jong-won terjerat kontroversi karena ham.(foto: Theborn Korea)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CHEF selebritas dan CEO perusahaan makanan Theborn Korea, Paik Jong-won, tengah terjerat dalam kontroversi terkait dengan produk Paik Ham. Kontroversi ini telah berlangsung lebih dari 10 hari. Meskipun upayanya untuk memberikan klarifikasi, opini publik semakin memburuk, berdampak serius pada reputasinya. Saham Theborn Korea juga mengalami penurunan.

Kontroversi bermula ketika chef yang terkenal menjadi juri di acara masak Netflix Culinary Class Wars ini mempromosikan diskon sebesar 45 persen untuk set hadiah berisi sembilan kaleng ham 200 gram, yang awalnya dijual seharga 51.900 won dan dipotong menjadi 28.500 won. Ia memuji produk tersebut yang terbuat dari 100 persen daging babi domestik, mengklaim produk itu menawarkan nilai yang luar biasa. “Jika saya jadi kamu, saya akan membeli 10 set,” kata Chef Paik menyarankan orang membeli produknya.

Set hadiah tersebut cepat habis terjual di toko daring Theborn Korea.

Namun, beberapa konsumen membandingkan Paik Ham dengan Spam, pemimpin pasar di produk ini. Mereka merasa harga Paik Ham tergolong mahal meskipun mengandung lebih sedikit daging babi. Pada 31 Januari, sebuah kotak Spam berisi 10 kaleng (masing-masing 200 gram) dijual dengan harga 18.500 won hingga 24.000 won di situs belanja daring. Itu berarti harga Spam lebih murah hingga 10.000 won jika dibandingkan dengan Paik Ham. Selain itu, Spam mengandung 91,3 persen daging babi, sedangkan Paik Ham hanya 85,4 persen. Paik Ham menggunakan daging babi domestik, sedangkan Spam mengimpor daging babinya dari Korea, AS, Spanyol, dan Kanada.

Baca juga:

Chef Edward Lee dari ‘Culinary Class Wars’ Terima Penghargaan Korea Image, Banggakan Makanan Korea sebagai Identitas Diri



Beberapa pihak menuduh Jong-won telah menaikkan harga awal untuk menciptakan ilusi diskon yang lebih besar, sedangkan kritikus mempertanyakan alasan produk dengan kandungan daging babi lebih rendah dihargai lebih tinggi.

Atas kontroversi itu, Chef Paik memberikan penjelasan melalui saluran YouTube-nya pada 26 Januari. Ia menegaskan harga yang ditawarkan bukan merupakan trik pemasaran. "Karena Theborn Korea ialah pendatang baru di pasar ham kalengan, biaya produksi kami lebih tinggi daripada produsen besar lainnya. Kami memproduksi dalam jumlah yang lebih kecil, yang tentunya meningkatkan biaya secara signifikan. Ini bukan taktik penjualan,” tegasnya, seperti dilansir The Korea Times.

Dia menyebut diskon tersebut dimungkinkan karena Theborn Korea menjual langsung ke konsumen, menghindari saluran ritel tradisional. "Jika Paik Ham terjual dengan baik dan kami mencapai produksi massal, biaya produksi akan turun secara signifikan, dan saat itu kami akan menurunkan harga eceran,” janjinya.

Terkait dengan kandungan daging babi yang lebih rendah, Chef Paik menjelaskan bahwa Paik Ham dikembangkan khusus untuk budae jjigae dengan tambahan bumbu untuk meningkatkan rasa kaldu. "Perbedaan kandungan daging babi hanya 14 gram per kaleng, yang harganya kurang dari 100 won. Kami tidak akan mengurangi kandungan daging babi hanya untuk menghemat 100 won,” jelasnya.

Jong-won mengakui seharusnya dia lebih menjelaskan resep produk ini dengan lebih baik. “Kami fokus untuk membuat rasanya lebih enak, itulah mengapa kandungan daging babi sedikit lebih rendah. Saya seharusnya menyebutkan hal ini saat mengumumkan diskon,” katanya.



Publik telanjur kecewa


Meskipun Chef Paik sudah memberikan penjelasan, kemarahan dan kekecewaan publik belum juga mereda. Pada 31 Januari, video Chef Paik telah ditonton lebih dari 500.000 kali dengan lebih dari 11.000 komentar, sebagian besar bersifat kritis. Banyak konsumen berpendapat bahwa masalahnya tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga pada masalah menyesatkan konsumen.

"Bukan hanya Paik Ham yang mahal, toko daring lain juga menjualnya dengan harga 20.000 hingga 30.000 won, tapi Theborn Korea mengklaim harga aslinya 51.900 won dan menawarkan diskon besar. Itu yang menyesatkan konsumen,” kata seorang warganet.

Seiring dengan berlanjutnya kontroversi, saham Theborn Korea mengalami penurunan signifikan. Perusahaan yang terdaftar di KOSPI pada November 2024 itu melihat kapitalisasi pasar mereka turun dari 4,86 triliun won pada 16 Januari menjadi 4,47 triliun won pada 31 Januari, mencatatkan penurunan selama tujuh hari berturut-turut. Ini merupakan penurunan terpanjang sejak perusahaan tersebut terdaftar.

Theborn Korea menolak untuk memberikan pernyataan lebih lanjut. ”Chef Paik telah mengatasi masalah ini melalui saluran YouTube-nya, dan kami tidak memiliki tambahan informasi untuk disampaikan,” ujar mereka.(dwi)

Baca juga:

Chef Ngetop dari ‘Culinary Class Wars’ Jadi Penglaris, Diajak Kolaborasi Restoran Burger Korea Selatan

#Kuliner #Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Manajer Hotel Tipu Penggemar BTS, Bujuk Batalkan Pemesanan lalu Jual kembali Kamar dengan Harga 7 Kali Lipat
Manajer hotel penipu diserhakan ke pihak kejaksaan untuk pemeriksaan.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Manajer Hotel Tipu Penggemar BTS, Bujuk Batalkan Pemesanan lalu Jual kembali Kamar dengan Harga 7 Kali Lipat
Fashion
Bawa Koleksi Berkelanjutan di JFW 2027, Jenama Asal Korsel Kimoui Incar Vendor Bahan Ramah Lingkungan Indonesia
Daya tarik eksplorasi material tersebut mendorong Kimoui untuk membuka peluang kerja sama dengan industri tekstil di Indonesia.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Bawa Koleksi Berkelanjutan di JFW 2027, Jenama Asal Korsel Kimoui Incar Vendor Bahan Ramah Lingkungan Indonesia
Fashion
Desainer Korsel Jung Hyo-chan Terpikat Batik Tulis, Buka Peluang Kolaborasi
Hyo-chan menilai kain batik tulis sejalan dengan nilai yang dimaksud berseni dan autentisitas tinggi yang sangat berharga.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Desainer Korsel Jung Hyo-chan Terpikat Batik Tulis, Buka Peluang Kolaborasi
Fashion
Fashion Kode Korea Selatan Dorong Desainer Indonesia Konsisten Berkarya
Upaya Kocca memboyong para praktisi mode fesyen Tanah Air tersebut merupakan implementasi kolaborasi yang nyata antara pihaknya dan JFW.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Fashion Kode Korea Selatan Dorong Desainer Indonesia Konsisten Berkarya
Fashion
Lewat K-Drama, JFW dan Kocca Kenalkan Fashion 2 Negara
Memanfaatkan K-drama untuk promosi koleksi baju.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Lewat K-Drama, JFW dan Kocca Kenalkan Fashion 2 Negara
Kuliner
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Di balik kerenyahan kremesan dan gurihnya bumbu, tersimpan kisah perjuangan hidup serta dinamika pahit perpecahan bisnis Ayam Goreng Suharti.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Kuliner
3 Ide Dessert Labu Kuning Lezat dan Mudah Dibuat
Buah bernama lokal waluh ini juga menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi kudapan manis yang memanjakan lidah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Ide Dessert Labu Kuning Lezat dan Mudah Dibuat
Lifestyle
Hj Suharti, Pelopor Ayam Goreng Legendaris, Tutup Usia
Almarhumah sempat mengalami sesak napas selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Hj Suharti, Pelopor Ayam Goreng Legendaris, Tutup Usia
Dunia
Bukangi, Hiu Selebritas Busan, Dilepas ke Laut tapi Enggan Pergi
Sejak Bukangi masuk ke kanal di Busan, tim penyelamat telah berkali-kali mencoba menggiringnya ke laut lepas, membebaskannya ke habitat alami.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Bukangi, Hiu Selebritas Busan, Dilepas ke Laut tapi Enggan Pergi
Fun
Biksu 'G-DRAGON di Dunia Buddha', Sebarkan Ajaran Buddha lewat Tari
Biksu Deoksan mungkin bukan seorang idol, tapi ia telah dijuluki ‘G-DRAGON di Dunia Buddha’.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Biksu 'G-DRAGON di Dunia Buddha', Sebarkan Ajaran Buddha lewat Tari
Bagikan