“INILAH alasan perempuan hidup lebih lama ketimbang laki-laki,” kata warga Missouri, AS, Sam Coffey, kepada media lokal KDSK, Jumat (7/5). Selanjutnya, Coffey menjelaskan bagaimana ia sibuk mengorek sebuah bom peninggalan Jepang dengan pisau dapur, sedangkan sang istri, Pamela, dengan heboh menyuruhnya berhenti lalu menelepon sheriff.
Pasangan itu menemukan sebuah benda menarik saat bekerja di halaman mereka di Barnhart, Sabtu (1/5).Pamela awalnya menemukan benda berbentuk silinder. Ukurannya sedikit lebih besar daripada telapak tangannya. Benda itu meninggalkan bekas karat di sarung tangan berkebun Pamela. Karena tertarik, ia memungut benda itu lalu membersihkannya.
BACA JUGA:
“Pamela melihat huruf Jepang di benda itu. hal yang terjadi selanjutnya ialah aku sibuk mengorek benda itu dengan pisau steak. Berusaha membersihkannya,” kata sang suami.
Ia dan Pamela mengaku amat berusaha mencari tahu benda apa itu sesungguhnya. Sesaat kemudian, Pamela berteriak, “Hentikan yang kamu lakukan. Itu mungkin saja sebuah bom.”
Sam sontak berhenti. Dengan memanfaatkan Google Lens, pasangan itu mengidentifikasi benda yang awalnya dikira pemberat menyelam itu. Benar saja. Kecurigaan Pamela terbukti. Internet mengonfirmasi benda temuan mereka sebagai bom peninggalan Jepang di era Perang Dunia II.
Kepada NBC News, Coffey mengatakan bahwa bom temuan itu ternyata masih aktif. “Mereka membawa benda itu menjauh ke dalam truk tahan ledakan. Bom itu sudah amat tua dan rentan meledak. Jadi mereka menanganinya dengan amat hati-hati,” ujarnya.
Selanjutnya, pasangan itu ‘ditahan’ di dalam rumah, menjauh dari semua pintu dan jendela selama beberapa jam. Sejumlah agensi datang ke lokasi untuk ikut menangani.
St. Louis Regional Bomb and Arson Unit akhirnya menyingkirkan bom itu. Mereka menyebut bom itu memiliki daya ledak hingga radius 500 kaki.
“Aku bersyukur masih selamat dari peristiwa ini,” kata Sam.
Meski tak ada penjelasan mengapa bom itu bisa berakhir di halaman mereka, Coffey mengaku hal itu telah memicu ketartikannya pada sejarah Perang Dunia II.(dwi)