Ganjar Diserang, PDIP Sebut Ada yang Gunakan Cara Tak Beradab

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 08 April 2018
Ganjar Diserang, PDIP Sebut Ada yang Gunakan Cara Tak Beradab

Ganjar Pranowo. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - PDI Perjuangan tidak merasa khawatir dengan berbagai serangan yang dilancarkan pihak lawan untuk menjatuhkan calonnya di Pilkada Serentak mendatang.

Diketahui, sejumlah ormas Islam melaporkan Cagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke pihak berwajib dengan tuduhan penodaan agama.

Ganjar dipolisikan terkait puisinya yang dinilai menyinggung ajaran islam. Dalam puisi bertajuk "Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana" karya Mustofa Bisri, disebutkan menyinggung azan dalam bait "Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat."

"Kami kan berideologi Pancasila yang dilaksanakan dengan tata cara berkeadaban. Puisi kan bagian dari kebudayaan yang dibacakan oleh pak Ganjar adalah puisi yang ditulis Gus Mus, sosok yang begitu dihormati, betul-betul mampu membawa kesejukan," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui awak media di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (8/4).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) menyerahkan berkas rekomendasi kepada bakal calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua kiri). Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan

Terkait serangan itu, Hasto mengatakan tidak akan mempengaruhi konsolidasi politik PDIP di Jawa Tengah.

"Ya, ada yang mencoba menggunakan serangan-serangan itu sebagai upaya untuk menurunkan elektabilitas tapi bagi PDIP elektabilitas itu ditentukan oleh rakyat bukan ditentukan oleh elit. elektabilitas itu melaui kerja nyata di lapangan sehingga kepercayaan rakyat bukan melaui serangan-serangan," terangnya.

Lebih lanjut, tandas dia, PDIP tidak akan membalas serangan-serangan lawan dengan menggunakan segala cara. Sebab, PDIP meyakini kedaulatan ada di tangan rakyat.

"PDIP tidak akan mengikuti Pilkada dengan cara saling menyerang. karena intinya adalah kita memenangkan hati rakyat itu. dan rakyat telah bertindak sebagai hakim tertinggi," pungkasnya. (Fdi)

#Ganjar Pranowo #PDIP #Puisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Bagikan