MerahPutih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), merasa bimbang di tengah rencana mereka menggulirkan hak angket kecurangan Pemilu 2024.
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, belum pede menggulirkan hak angket.
“Itu terlihat pada statement beberapa petinggi partai yang bilang siap kalah dan menang. Lalu ada juga yang masih menunggu arahan pimpinan. Berarti PDIP ini kan masih ragu gulirkan angket,” ujar Jerry kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/3).
Baca juga:
Hasto: Ganjar Dilaporkan ke KPK Usai Isu Hak Angket Bergulir
Selain itu, capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mulai terseret namanya setelah dilaporkan ke KPK dalam dugaan gratifikasi Bank Jawa Tengah saat ia menjabat sebagai Gubernur.
“Kasus ini pun menambah keraguan PDIP dalam menggulirkan angket,” jelas Jerry.
Bahkan, menurutnya kasus-kasus lain yang turut menyeret nama kader PDIP akan kembali terangkat di publik.
“Nah ini sangat dilematis bagi PDIP,” ungkap Jerry.
Baca juga:
NasDem Klaim Sudah Ada Komunikasi Informal dengan PDIP Terkait Hak Angket
Jerry menduga, partai berlambang banteng itu tak akan menggulirkan hak angket. “Bisa jadi PDIP akan mencari aman dengan tidak menggulirkan angket. Dengan kata lain Ganjar pun akan ditinggalkan PDIP,” pungkasnya.
PDIP diketahui tengah dilobi oleh beberapa partai untuk menggulirkan hak angket. Salah satu yang paling getol mendekati PDIP adalah partai Nasdem, yang menjadi pengusung utama Capres Anies Baswedan.
Sebagai informasi, ada prasyarat pengguliran hak angket DPR yaitu harus diajukan minimal 25 anggota DPR yang berasal dari lebih satu fraksi. Setelah resmi diajukan, pimpinan DPR akan lakukan rapat untuk membawa pengajuan hak angket ke rapat paripurna terdekat.
Pada rapat paripurna, pimpinan DPR akan menanyakan persetujuan anggota dewan ihwal pengguliran hak angket tersebut. (knu)
Baca juga: