Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ganjar Berterima Kasih ke Partai di Luar PDIP Usung Dirinya sebagai Capres

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 02 Desember 2022
Ganjar Berterima Kasih ke Partai di Luar PDIP Usung Dirinya sebagai Capres

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (ANTARA/HO-Dok)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selalu menjadi calon presiden (capres) yang teratas dalam beberapa survei Pilpres 2024. Ganjar juga semakin populer sebagai capres dengan banyaknya dukungan dari berbagai daerah. Namun, belum ada sinyal dari PDIP untuk mengusungnya.

Ganjar menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai bakal capres untuk Pilpres 2024 kepada para ketua umum partai, termasuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Ada proses partai yang ada di masing-masing, dan di PDI Perjuangan ada proses, dan PDI Perjuangan itu pasti ada dong Ibu Ketua Umum (Megawati) dan itu sudah berkali-kali kami bicarakan," kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/12).

Baca Juga:

Tren Elektabilitas Erick Thohir Terus Naik, Dijagokan Jadi Cawapres Ganjar

Menanggapi adanya dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ganjar mempersilakan para ketua umum partai berdiskusi dan menentukan terkait pencapresan dirinya.

"Pasti antarpartai nanti akan terjadi komunikasi. Biarlah para ketua umum ini nanti yang bicara dan menentukan soal capres ini," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Menurut Ganjar, setiap partai memiliki mekanisme internal dan dia menghormati proses tersebut. Dia juga berterima kasih karena mendapat apresiasi dari partai politik lain.

"Saya menyampaikan terima kasih, boleh dong menyampaikan terima kasih karena sebagai kader PDI Perjuangan diapresiasi oleh partai lain," katanya.

Baca Juga:

Anies Pepet Ganjar, Elektabilitas Prabowo Justru Menurun

Kendati demikian, Ganjar menilai masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa PAN mengusung dirinya sebagai capres pada Pilpres 2024.

"Semuanya masih terlalu dini ya. Saya tadi datang itu dalam rangka menyambut Muskerwil di PAN dan ini baru PAN Jateng, tidak tahu yang lain," imbuhnya.

Dia pun menegaskan saat ini sedang fokus menjalankan tugas sebagai kepala daerah dan mengurus berbagai permasalahan di Jawa Tengah.

"Tugas saya masih menjalankan sebagai gubernur, mengendalikan inflasi hari ini, kita juga sedang menyiapkan Natal dan Tahun Baru, ini sudah masuk Desember ya. Banjir masih ada, tanah longsor masih ada, itu tentu menjadi perhatian saya," ujar Ganjar.

Dia kembali menegaskan bahwa Megawati Soekarnoputri yang akan menentukan apakah dirinya akan maju sebagai capres atau tidak. (*)

Baca Juga:

Elektabilitas PDIP Diprediksi Turun Jika Tidak Usung Ganjar di Pilpres

#Ganjar Pranowo #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 18 menit lalu
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
 Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Menyebut sejarah mungkin tidak pernah berulang secara persis, tapi polanya sering kali memiliki irama yang senada (rhyme).
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Gugatan tersebut diajukan setelah pihaknya terlebih dahulu menempuh mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Indonesia
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka, PDIP: kalau OTT, ya Langsung Dipecat
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan partainya memiliki aturan yang jelas terhadap kader yang tertangkap melalui OTT.
Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka, PDIP: kalau OTT, ya Langsung Dipecat
Indonesia
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Partai politik yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Karena itu, dia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Bagikan