Game 'Pukul Guru Anda' Diminta Takedown Dalam Waktu 2x24 Jam
Screenshot game 'pukul guru anda' (net)
Merahputih.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya angkat bicara mengenai game kontroversial 'Pukul Guru Anda'. Penyedia game diminta untuk menghapus game kontroversi tersebut.
"Kementerian Kominfo menerima aduan konten dari media yang berisi game dengan judul provokatif kekerasan yang tidak sesuai. Laporan disampaikan juga kepada Menteri Rudiantara,” ujar Humas Kominfo, Noor Iza, dalam keterangan tertulisnya kepada Merahputih.com, Jumat (2/2).
Kominfo juga memberikan batas waktu bagi penyedia game. Batas waktu terhitung 2x24 jam terhitung sejak Jumat (2/2) pukul 15.30.
“Hal ini segera ditindaklanjuti dan telah dikomunikasikan ke penyedia konten pada pukul 15.30. Penyedia konten diminta untuk menutup (takedown) dalam waktu 2x24 jam," ucap Noor Iza.
Game itu mendapat sorotan karena mengandung unsur kekerasan dan dinilai tidak mendidik. Pasalnya, isi game itu menunjukkan aksi sadis dari seorang murid kepada guru.
Sejumlah lembaga yang konsen dengan anak juga mengecam game tersebut. Mereka menilai kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dilakukan. Terlebih dilakukan antara guru dan siswa. (Ayp)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihati Murid, DPR Desak Restorative Justice
DPR RI Kejar Kodifikasi UU Pendidikan Agar Guru Honorer Tak Lagi Terpaksa Jadi Ojol
Guru Jambi Tampar Siswa 'Pirang' Berujung Laporan Polisi, Komisi III DPR RI Pasang Badan Minta Kasus Dihentikan
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Viral Guru Dikeroyok Murid, DPR Soroti Etika dan Karakter Pendidikan
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Guru Meradang Nominal TPG Tak Sama, Begini Penjelasan Kemendikdasmen
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak