Galeri Foto Jurnalistik Antara Dibuka kembali, Gelar Pameran Foto ‘Pers, Demokrasi, & Pembangunan’ 

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 16 Februari 2024
Galeri Foto Jurnalistik Antara Dibuka kembali, Gelar Pameran Foto ‘Pers, Demokrasi, & Pembangunan’ 

GFJA kembali dibuka dengan menghadirkan Pameran Foto 'Pers, Demokrasi, &Pembangunan.(foto: Dok GFJA/Firman Adita Warman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - HANYA sekitar 200 meter dari pintu masuk Pasar Baru, Jakarta Pusat, berdiri sebuah gedung bersejarah. Tak banyak yang tahu bahwa dari gedung yang dikenal dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) itu merupakan tempat penyebarluasan kabar proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Fasad gedung itu khas bergaya bangunan Belanda. Jendela-jendela lebar dan tinggi serta ornamen kaca patri menghiasi bagian depan bangunan. Sejak pertengahan 2023, gedung GFJA ditutup. Tak ada lagi kegiatan pameran foto di lokasi tersebut karena ada proses renovasi menyeluruh pada gedung tersebut.

BACA JUGA:

Pameran Foto ‘Pers, Demokrasi, & Pembangunan’ Tampilkan Dunia Kewartawanan Indonesia

Pada 16 Februari 2024, GFJA kembali membuka pintu mereka untuk pengunjung pameran foto. Perum LKBN ANTARA menggelar Pameran Foto Pers, Demokrasi, & Pembangunan sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2024. Sebanyak 56 foto karya pewarta foto ANTARA, serta arsip foto IPPHOS, ANRI, Perpusnas, dan KITLV Leiden Belanda ditampilkan dalam pameran ini. Gambar-gambar momen proklamasi, pemilu pertama pada 1955, perkembangan pembangunan infrastruktur, hingga potret beberapa jurnalis foto tengah bertugas ialah sorotan dalam pameran ini.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Akhmad Munir mengatakan pameran foto memang dirancang untuk dibuka di Gedung Pasar Baru, bangunan penuh sejarah, yang kini dinamai ANTARA Herritage Center. “ANTARA mendapat kesempatan untuk merenovasi dan revitalisasi bangunan yang berdiri sejak 1925 ini untuk menjadi kantor pusat ANTARA. Kami berharap akan jadi sebuah revitalisasi semangat perjuangan ANTARA sebagai media milik negara yang dapat memenuhi kepentingan bangsa dan negara,” kata Munir dalam sambutan pembukaan pameran foto Pers, Demokrasi, & Pembangunan, Jumat (16/2).

GFJA
GFJA kembali dibuka dengan menggelar Pameran Foto 'Pers, Demokrasi, & Pembangunan'.(foto: Dok GFJA/Ismar Patrizki)

Pameran Foto Pers, Demokrasi, & Pembangunan menjadi pameran foto perdana setelah Gedung Graha Bhakti Antara selesai direnovasi dan bertransformasi menjadi Kompleks ANTARA Heritage Center, yaitu kantor pusat Perum LKBN ANTARA yang menempati beberapa gedung cagar budaya di Jalan ANTARA Nomor 53-61.

Foto-foto dalam pameran ini ditata dalam ruang pamer GFJA yang telah diperbarui. Ruang pamer GFJA yang telah banyak menggelar pameran foto jurnalistik tampil cerah. Tembok terlihat putih bersih dengan pencahayaan terang. “Meski belum ada interior dan eksterior baru, secara fisik, gedung ini benar-benar dipoles dan dibuat cerah dan terang. Kami hadir dengan suasana dan ambience baru,” kata Kurator Seni Perum LKBN ANTARA Ismar Patrizki saat dihubungi Merahputih.com, Jumat (16/2).

Pameran Foto Pers, Demokrasi, dan Pembangunan diselenggarakan di dua lokasi. Lokasi pertama yaitu di Galeri Foto Jurnalistik Antara yang berada di Kompleks ANTARA Heritage Center pada 16 Februari – 16 Maret 2024.

Lokasi kedua yaitu di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, pada 16 – 20 Februari 2024 sebagai bagian dari perhelatan puncak peringatan Hari Pers Nasional 2024.(dwi)

BACA JUGA:

Melihat kembali Gejolak Reformasi di ‘ANTARA Mei 98’

#Pameran Foto #Hari Pers Nasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapan agar insan pers nasional terus menjadi pilar penting dalam kemajuan bangsa dan negara.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Indonesia
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Anjloknya indeks kebebasan pers di Indonesia menandakan adanya tantangan besar menjaga independensi media tanah air di tengah tekanan politik dan ekonomi.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Indonesia
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis etika di era AI saat menghadiri Hari Pers Nasional 2026 di Banten.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Indonesia
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan platform AI wajib membayar royalti jika menggunakan karya jurnalistik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Indonesia
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Iwakum menerima penghargaan PWI dalam Hari Pers Nasional 2026 atas kontribusi dalam jurnalisme hukum dan perlindungan kebebasan pers di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Indonesia
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum atas pentingnya perlindungan hukum bagi kebebasan pers di Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 09 Februari 2026
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Kisah Tatar Sunda dalam Pameran Foto ’Sakakala’, Imaji Budaya untuk Edukasi dan Promosi Pariwisata
Pameran ini menampilkan 101 foto karya teman-teman ANTARA, dan 27 foto arsip dari KITLV Universitas Leiden.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Kisah Tatar Sunda dalam Pameran Foto ’Sakakala’, Imaji Budaya untuk Edukasi dan Promosi Pariwisata
Indonesia
Pameran Foto Jurnalistik ‘SANTRI V.2’ Hadirkan Imaji Kehidupan Pondok Pesantren
Mengingat dan meneladani kembali peran santri dalam sejarah panjang Republik Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Oktober 2025
Pameran Foto Jurnalistik ‘SANTRI V.2’ Hadirkan Imaji Kehidupan Pondok Pesantren
Indonesia
Pameran Foto '1945' Resmi Dibuka di Monumen Pers Nasional, Tampilkan Jejak Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan diperjuangkan.
Dwi Astarini - Minggu, 31 Agustus 2025
Pameran Foto '1945' Resmi Dibuka di Monumen Pers Nasional, Tampilkan Jejak Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Bagikan