MerahPutih.com - Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kecelakaan (anev laka) Polri selama periode arus mudik tahun lalu terbanyak disebabkan karena kendaraan gagal menjaga jarak aman, dengan jumlah 1.156 kasus.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan faktor kondisi pengemudi sangat berpengaruh sehingga lalai memperhatikan kendaraan di depan serta faktor kecepatan yang akhirnya berujung kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
"Kelelahan dan mengantuk juga masih menjadi pemicu utama, terutama bagi pengemudi jarak jauh," kata Kapolri, dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK, Jakarta, Senin (2/3).
Baca juga:
Pemudik Hati-Hati, Jam Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Mudik 9 Pagi Sampai 12 Siang!
Sopir Jangan Ragu Istirahat di Jalan
Untuk itu, Jenderal Listyo mengingatkan para pemudik, khususnya yang menjadi sopir untuk menjaga kondisi dan jangan nekat terus berkendara jika sudah merasa lelah.
“Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan,” imbuh jenderal polisi bintang empat itu.
Baca juga:
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Dibuka Fungsional Pada Arus Mudik
Jam Paling Rawan Kecelakaan
Masih berdasarkan data yang sama, Kapolri mengungkapkan rentang waktu 09.00 hingga 12.00 tercatat sebagai periode dengan jumlah kecelakaan tertinggi sepanjang mudik tahun lalu
“Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” tandasnya, dilansir Antara.
Tahun ini Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.
Ratusan ribu personel gabungan akan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 ini. (*)