Merahputih.com - Pemerintah diminta segera mengevaluasi total sistem keselamatan transportasi nasional menyusul kecelakaan tragis antara Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Peristiwa yang merenggut belasan nyawa menjadi sinyal keras bagi pemerintah untuk berhenti mengabaikan standar pengawasan di jalan raya lintas provinsi.
Baca juga:
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Begini Kronologisnya!
Evaluasi Menyeluruh dan Investigasi Teknis
Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola transportasi. Pihak berwenang perlu melakukan investigasi menyeluruh yang mencakup pengecekan kelayakan kendaraan, kondisi jalan, hingga standar operasional perusahaan otobus.
Pengawasan terhadap jam kerja dan kondisi fisik pengemudi juga menjadi sorotan utama guna mencegah faktor kelelahan manusia (human error).
"Kita tidak boleh terus-menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola transportasi. Jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa rakyat," tegas Abdul Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5).
Soroti Kelemahan Sistemik Pengawasan
Kejadian berulang dengan pola yang sama menunjukkan adanya persoalan sistemik yang belum terselesaikan. DPR RI mendorong penguatan pengawasan terhadap armada angkutan umum dan kendaraan logistik, terutama pada jalur-jalur rawan kecelakaan di lintas provinsi.
Baca juga:
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Begini Kronologisnya!
Selain perbaikan sistem, pemerintah wajib memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis maksimal serta pemenuhan hak santunan bagi keluarga korban secara cepat.
"Kecelakaan transportasi hampir selalu berulang dengan pola yang sama. Artinya ada persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama," lanjutnya.