Filosofi Imlek Penuh dengan Harapan Baik

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 12 Januari 2023
Filosofi Imlek Penuh dengan Harapan Baik

Imlek menghadirkan barongsai sebagai bagian dari perayaan tahun baru ini. (Pixabay/Vladvictoria)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORNAMEN khas berwarna merah mulai terlihat di beberapa lokasi. Seperti pertokoan, rumah makan, dan sejumlah vihara di Kota Bandung. Tak terasa, dua pekan lagi masyarakat Tionghoa akan merayakan Imlek, Minggu 22 Januari 2023.

Salah satu vihara yang akan ramai dikunjungi pada malam Imlek adalah Vihara Tanda Bakti di Jalan Vihara. Pembina Vihara Tanda Bakti, Tan Tjong Boe menyampaikan, setiap tahun menjelang Imlek, warga Tionghoa selalu mempersiapkan kehadiran keluarganya.

Baca Juga:

Ribuan Lampion sudah Dinyalakan, Warga Kota Solo Antusias Berfoto

barongsai
Segalanya baru, rezeki dan berkahnya juga baru. (Humas Bandung)

"Patung-patung dibersihkan, dibarukan lagi. Sebab Imlek itu tahun yang baru. Segalanya baru, rezeki dan berkahnya juga baru. Semoga segala cita-cita yang didambakan bisa tercapai," jelas Tan.

Bicara tentang Imlek, terdapat makanan khas yang tak boleh terlewatkan yaitu dodol atau kue keranjang. Bukan sekadar makanan, Tan menjelaskan, kue keranjang memiliki filosofi yang sangat mendalam mengenai harapan-harapan warga Tionghoa di tahun baru.

"Kue keranjang itu lengket. Manisnya luar biasa, bentuk selalu bulat, dan tahan lama. Itu memiliki filosofi. Bulat itu maknanya harus bulat dalam tekad dan segala niat. Lalu, lengket bermakna tidak terlepas, keberkahan bisa terus melekat bertahun-tahun dan selamanya. Terakhir manis, itu bermakna tahun baru selalu dihadirkan hal-hal yang baik," paparnya.

Selain makanan, ikon khas saat Imlek adalah barongsai atau liong. Hewan mitologi Tionghoa ini memiliki lambang keberkahan. Hewan ini dipercaya mampu mengibas hal buruk menjadi rezeki baik.

"Jika kita lihat di dahi barongsai itu terdapat tulisan Mandarin artinya raja. Maknanya kalau didatangi raja itu kan ada keberkahannya, masalah sesulit apapun bisa diselesaikan. Dengan kehadiran barongsai pun diharapkan seperti itu," ungkapnya.

Tak hanya makanan dan barongsai, satu hal penting yang jangan sampai dilewatkan dalam momen Imlek adalah angpao. Tan menjelaskan, arti angpao adalah ang (merah) dan pao (bungkus).

Amplop atau bungkus yang berwarna merah ini kerap diisi beberapa lembar uang yang dibagikan kepada sanak saudara.

"Ada maknanya lagi untuk angpao ini. Yakni sesuatu hal yang berkah, rezeki yang baik, dan kebahagiaan," jelas Tan.

Untuk menyambut Imlek, Vihara Tanda Bakti sudah mempersiapkan rangkaian ibadah. Tak hanya golongan sepuh, tapi para generasi muda pun turut dilibatkan.

"Agar regenerasi ini bisa terus menerus diwariskan kepada anak cucu kita. Jangan ada rasa sungkan datang ke vihara," tuturnya.

Baca Juga:

5 Dekorasi Imlek Dipercaya dapat Membawa Keberuntungan

bandung
Kehadiran barongsai dianggap pembawa rezeki. (Humas Bandung)

Ia berharap, meski Kota Bandung telah mencabut PPKM, tapi masyarakat terutama para jamaah vihara tetap harus menjaga prokes.

"Kalau nanti di kerumunan tetap menggunakan masker, jaga kesehatan. Semoga kita bisa berkarya dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semakin bantu banyak orang yang membutuhkan dengan saling berkolaborasi. Baik dengan yang seiman maupun tidak, kita terus doakan," imbuhnya.

Selain beribadah di vihara, biasanya warga Tionghoa yang tergabung dalam Tionghoa Peduli pun kerap melakukan aksi sosial.

Ia mengaku, sebagai orang Tionghoa merasa wajib untuk saling membantu dan menjaga toleransi antara warga satu dengan yang lainnya. Pun dengan antar suku yang beragam di Indonesia.

"Salah satunya kita wujudkan dengan adanya kampung toleransi yang isinya sangat kompleks. Secara agama, suku, ras dan lain sebagainya akhirnya mereka berkegiatan ke arah sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan tanggap darurat bencana," ujarnya.

Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan antara lain berbagi sembako di masa pandemi, vaksin gratis, donor darah, berbagai iftar, tanggap darurat bencana, dan berbagi peralatan sekolah ke daerah terpencil.

Sementara itu, Perwakilan Warga Tionghoa, Veronika Yeane Yosef mengatakan, toleransi beragama di Kota Bandung masuk dalam kategori sangat tinggi. Terbukti dengan adanya lima kampung toleransi.

"Kecamatan Andir adalah titik kelima sebagai kampung toleransi dan ada prasastinya. Kampung kami sudah diresmikan langsung oleh almarhum Mang Oded (Oded M. Danial). Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga akan meresmikan prasasti yang ada di halaman Vihara Tanda Bakti," ucap Yeane.

Bahkan, saking menginspirasinya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari Papua pun sempat berkunjung ke kampung toleransi Andir.

"Semoga semakin banyak kampung toleransi di Kota Bandung. Agar para warga bisa saling menjaga satu sama lain. Saling menolong dan tidak mudah terprovokasi," imbuhnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Asti Atmodjo Hadirkan Koleksi Batik Modern untuk Imlek 2023

#Lipsus Januari 2023 Budaya Indonesia #Imlek #Tahun Baru Imlek #Perayaan Imlek Di Indonesia #Budaya #Tradisi
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Wagub Rano Karno Pastikan Persiapan Imlek 2026, Jakarta Light Festival Bakal Digelar
Wagub DKI Jakarta Rano Karno meninjau Bazar Imlek dan Vihara Dharma Bakti di Glodok untuk memastikan kesiapan Imlek 2026 yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Wagub Rano Karno Pastikan Persiapan Imlek 2026, Jakarta Light Festival Bakal Digelar
Kuliner
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2026 dan menyambut Tahun Kuda, Hennessy kembali meluncurkan koleksi edisi terbatas terbaru.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Gelar Lomba Lampu dan Lampion Imlek di Pusat Perbelanjaan
Pemerintah DKI akan menggelar perlombaan di pelbagai pusat perbelanjaan dalam meramaikan perayaan Imlek 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Gelar Lomba Lampu dan Lampion Imlek di Pusat Perbelanjaan
Indonesia
Pramono Ingin Warga Jakarta Dibikin Senang Saat Imlek, Tebar Diskon Belanja
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, langkah ini disiapkan Pemprov DKI secara matang, transparan, dan bakal meriah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
 Pramono Ingin Warga Jakarta Dibikin Senang Saat Imlek, Tebar Diskon Belanja
Indonesia
Sambut Imlek, Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Kota Tua hingga Pertengahan Februari 2026
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di Kota Tua hingga pertengahan Februari 2026. Hal itu dilakukan demi menyambut Imlek.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Sambut Imlek, Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Kota Tua hingga Pertengahan Februari 2026
Indonesia
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
Pemerintah pusat akan hadir melakukan revitalisasi cagar budaya yang ada, termasuk Keraton Solo.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
ShowBiz
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
The Breeze: Swim Swim Capsule Collection
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
Fun
IdeaFest 2025 Angkat Tema '(Cult)ivate the Culture', Ajak Kreator Indonesia Menghidupkan Budaya Lewat Inovasi
IdeaFest 2025 kembali digelar di JICC Senayan, Jakarta. Mengusung tema “(Cult)ivate the Culture”, festival kreatif ini hadir dengan 120 sesi dan 500 pembicara inspiratif.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
IdeaFest 2025 Angkat Tema '(Cult)ivate the Culture', Ajak Kreator Indonesia Menghidupkan Budaya Lewat Inovasi
Tradisi
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Sebanyak 14 warisan budaya Solo berbagai kategori berbeda dari makanan hingga olahraga tradisional ditetapkan WBTb.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Tradisi
15 Tahun Batik Wistara Konsisten Berdayakan Disabilitas Lewat Batik Khas Surabaya
Batik Wistara menawarkan enam motif khas Surabaya.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 September 2025
15 Tahun Batik Wistara Konsisten Berdayakan Disabilitas Lewat Batik Khas Surabaya
Bagikan