Festival Opini Indonesia 2024, Perkuat Aspirasi Kaum Muda dan dan Kelompok Rentan
IOF 2024 pun dirancang ramah terhadap penyandang disabilitas dengan menyediakan fasilitas juru bahasa isyarat selama sesi diskusi berlangsung. (Foto: YouTube/TVR PARLEMEN)
MerahPutih.com - Indonesia Opinion Festival (IOF) 2024 tidak hanya menjadi wadah diskusi publik, tetapi juga bukti komitmen DPR RI dalam memperkuat keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kaum muda dan penyandang disabilitas.
Festival ini digelar di kompleks parlemen, Senayan, pada Minggu (29/12).
Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan bahwa keterbukaan DPR terhadap aspirasi publik harus mencakup semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ia menyoroti pentingnya menjembatani suara kaum muda sebagai tulang punggung bangsa dan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, dalam proses penyusunan kebijakan.
“Kami ingin memastikan bahwa semua masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas, memiliki akses yang sama untuk menyampaikan gagasan dan kebutuhan mereka. Ini adalah bagian dari upaya memperkuat demokrasi yang lebih inklusif,” kata Netty.
IOF 2024 pun dirancang ramah terhadap penyandang disabilitas dengan menyediakan fasilitas juru bahasa isyarat selama sesi diskusi berlangsung.
Baca juga:
Ketua DPRD DKI Harap Kadin Bisa Kendalikan Harga Sembako di Jakarta
Netty mengapresiasi partisipasi aktif kelompok disabilitas dalam festival ini dan menegaskan bahwa aspirasi mereka akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan di DPR RI.
“Meskipun sudah ada Undang-Undang Disabilitas, kita akui masih banyak tantangan dalam implementasinya. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan membantu kami memperbaiki dan merevisi kebijakan yang lebih berpihak pada penyandang disabilitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Netty menilai partisipasi kaum muda juga krusial dalam mendorong inovasi dan mempercepat kemajuan bangsa.
Dengan jumlah generasi muda yang mencapai hampir 23 persen dari populasi, mereka diharapkan aktif berkontribusi dalam merumuskan solusi atas tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masa depan.
“Saya yakin forum ini bisa menjadi langkah konkret untuk mempersempit kesenjangan antara pemuda dengan isu-isu politik dan kebijakan yang sedang dibahas di DPR RI. Generasi muda memiliki energi dan ide segar yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.
Baca juga:
Komisi III DPR Sampaikan Kinerja dan Catatan Akhir Tahun 2024
Ia juga menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan bagian dari tradisi baru di DPR yang bertujuan memperkuat budaya dialog.
BAM DPR akan terus membuka pintu bagi seluruh segmen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, tanpa harus menunggu isu menjadi viral terlebih dahulu.
“Melalui Badan Aspirasi Masyarakat, kami akan memastikan suara rakyat diterima, diolah, dan diwujudkan dalam kebijakan yang efektif dan berpihak kepada rakyat. Ini adalah komitmen yang akan terus kami pegang,” pungkasnya. (Pon)
Baca juga:
Ketua Komisi III DPR Sebut Percuma Banyak Koruptor Dipenjara Jika Kerugian Negara Tidak Kembali
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
DPR Bongkar Ironi Jaksa di Daerah Terpencil dan Wilayah Kepulauan, untuk Pulang Kampung Saja Enggak Cukup
MBG Bakal Menyasar 400 Ribu Lansia dan 38 Ribu Disabilitas
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Pasien Cuci Darah Nyaris 'Lewat' Gara-gara BPJS Mati Mendadak, DPR Ngamuk Minta Aktivasi Darurat Sekarang
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
Arief Hidayat Resmi Pensiun Dari Hakim Konstitusi MK
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Raker Menteri Imipas dengan Komisi XIII DPR Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP
RDP Korban Pelanggaran HAM Saudah dengan Komisi XIII DPR di Jakarta