MerahPutih.com - Popularitas foto dan video kucing liar penghuni fasilitas publik seperti stasiun kereta hingga pusat perbelanjaan kini mendadak viral di media sosial di tanah air
Fenomena selebriti kucing atau selebcat itu memicu antusiasme masyarakat untuk datang, berinteraksi, hingga mengabadikan momen bersama para kucing liar yang lagi viral.
Baca juga:
Bobby Kertanegara Ikut Prabowo Pindah ke Istana Negara, Langsung Diajak 'Room Tour'
Meski berdampak positif meningkatkan kepedulian masyarakat dan membuka ruang edukasi kesejahteraan hewan di tempat umum, fenomena ini bagaikan dua mata koin yang menyimpan potensi bahaya trauma bagi sang kucing.
Setiap individu kucing itu memiliki respons, karakter, toleransi yang berbeda ketika didekati, dielus, difoto, bahkan dikerumuni,
Anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh. Trima Naimmah.
Kucing Bukan Objek Hiburan
Kepada media, dikutip Kamis (29/10), Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB) itu mengingatkan perhatian dan stimulasi berlebihan dapat merusak kondisi psikologis kucing.
Mulai dari membangkitkan trauma, stres, hingga gangguan fisik. Terutama selebcat yang pernah memiliki riwayat trauma dengan manusia.
Bisa jadi kucingnya merasa tidak nyaman, takut, atau bahkan langsung menyerang jika karakternya memang garang,
drh. Trima Naimmah, dari PDHI
Dokter hewan itu mengingatkan semua makhluk hidup, termasuk kucing, bukan objek hiburan. Jadi, lanjut dia, sebaiknya berusaha bijak jika ingin menunjukkan kasih sayang pada kucing di tempat umum.
"Baiknya kita lihat dulu situasi kucing, apakah sedang santai, juga jangan berikan gerakan mendadak yang membuat dia kaget," imbuh drh. Trima.
Baca juga:
Sayang Kucing Bukan Berarti Harus Dielus
Terakhir, Trima menekankan menjaga jarak agar kucing bisa merasa nyaman di tempat dia berada juga merupakan bentuk kasih sayang terhadap kucing. Dikutip antara, dokter hewan itu menegaskan kucing yang mau dielus bukan berarti bersedia dielus terus menerus.
Sebaiknya juga biarkan kucing mendekat sendiri, sampai dia mencium dan mengendus tangan kita misalnya, itu bisa jadi tanda dia bersedia kontak dengan kita,
drh. Trima Naimmah, dari PDHI