Musik

Fakta Di Balik 5 Lagu Campursari Paling Galau Dari Didi Kempot

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Agustus 2019
Fakta Di Balik 5 Lagu Campursari Paling Galau Dari Didi Kempot

Didi Kempot yang namanya kembali harum di kalangan milenial (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari/pras)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIDI Kempot, seorang penyanyi campur sari yang terkenal dengan lirik berbahasa jawa yang galau ini ternyata kembali terkenal. Bukan karena penggemar lamanya, melainkan oleh generasi milenial. Tak heran pria yang kini dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart ini ternyata disukai oleh banyak kalangan, bahkan sudah sejak lama go international lho! Pada tahun 1996 ia ternyata pernah pergi ke Belanda dan Suriname hanya untuk menampilkan suara merdu dengan alunan campursari yang apik.

Melansir banyak sumber, inilah beberapa lagu galau karya Didi Kempot, lengkap dengan arti dan inspirasi Didi Kempot untuk membuat lagu. Ternyata ada yang dari kisah nyata lho!

Baca juga:

Usai Hibur Jokowi di Istana, Didi Kempot akan Goyang Ancol Akhir Pekan Ini

1. Stasiun Balapan

Mungkin lagu ini adalah salah satu lagu Didi Kempot yang paling dikenal, walaupun lagu ini terdengar asyik jika didengar berkat perpaduan campursari yang begitu apik, ternyata lirik lagu ini ternyata memiliki makna yang cukup mendalam dan sedih.

Seperti pada lirik dalam lagu, "Rasane koyo wong kelangan, kowe ninggal aku, ra kroso netes eluh ning pipiku." Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia "Rasanya seperti kehilangan, kau tinggalkan aku, tak terasa air mata menetes di pipiku."

Lagu ini menceritakan tentang kedua pasangan yang memiliki kisah cinta pertama dan terakhirnya dengan letak pasti di Stasiun Solo Balapan, di sekitaran kota Surakarta.

Kira-kira ada kenangan apa nih pakde Didi Kempot di stasiun sini? Sampai bisa mendapatkan lirik yang cukup menyayat hati dan bisa meneteskan air mata untuk seseorang yang cintanya pupus di stasiun kereta.

2. Lingsir Wengi

Walaupun banyak yang takut ketika mendengar judulnya, tetapi lagu yang berjudul Lingsir Wengi ini menceritakan tentang kerinduan akan seseorang di tengah malam.

Menilik lirik lagunya, "Sepi durung biso nendro, Kagodho mring wewayang kang ngeridu ati." Jika diartikan ke Bahasa Indonesia, "Sepi tidak bisa tidur, Tergoda bayanganmu di dalam hatiku." Waduh, siapa tuh yang di rinduin pakde Didi Kempot?

Lagu yang diarasemen oleh Didi Kempot dengan nuansa campursari ini ternyata adalah syair dari Sunan Kalijaga lho, lagu ini dibuat untuk menjauhkan bala dari diri. Jadi jangan salah sangka ya untuk kamu yang takut karena rumor lagu ini bisa memanggil hantu.

Baca juga:

Geliat Seni Musik Campursari di Kota Seribu Pabrik

3. Cidro

Jika kamu sudah mencaritahu arti dari lirik Cidro ini, dijamin baper tidak karuan jika kamu memiliki janji yang tak terbalaskan dengan mantan terindah.

Menilik lirik lagunya, "Remuk ati iki yen eling janjine, Ora ngiro jebul lamis wae." yang diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi, "Hancur hati ini jika ingat janjinya, Tak terkira ternyata hanya dusta." Mencari jodoh memang susah ya, apalagi jika pernah dikhianati orang yang pernah disayang.

Sebagai informasi, ternyata lagu ini terinspirasi dari pengalaman Didi Kempot sendiri lho! Berbeda dengan Stasiun Balapan yang dibuat om Didi Kempot selagi ia meniti karirnya menjadi pengamen.

"Ditolak. Ya wajar sih ditolak karena hanya bermodal rambut yang gondrong, badan penuh daki, dan pemabuk. Akhirnya saya jadi introspeksi diri deh karena peristiwa itu." Ujar om Didi Kempot saat interviewnya dengan CNN Indonesia.

4. Sekonyong Konyong Koder

Untuk kamu yang pernah mengalami momen tentang cinta lokasi ataupun cinta mendadak, sepertinya kamu harus coba mendengar lagu Sekonyong Konyong Koder nih!

Begini bunyi lirik lagunya, "Modal bensin sakliter montorku tak setater, Tak ampiri arep tak ajak muter-muter"
artinya "Modal bensin satu liter saja ku stater, buat nyamperin kamu dan kuajak berkeliling."

Namun kesan menyayat hati begitu terasa jika mendengar lirik berikutnya,"Tiwas aku dandan mlipit, Rambutku tak ulet ngangge pomit, Malah kore lungo plencing, Ora pamit mit mit miiit (Koyo demit)" artinya "Aku sudah dandan klimis, Rambut sudah kuusap minyak pomade, Eh kamu malah pergi begitu saja. Nggak pamit mit mit miiit (Kayak hantu)"

Sehabis cinlok (cinta lokasi) malah ditinggal, kasihan sekali orang yang diceritakan om Didi Kempot. Di lagu ini, Didi Kempot mendapatkan inspirasi dari candaan untuk menggambarkan romansa cinta masyarakat kelas bawah.

5. Sewu Kutho

Lagu Didi Kempot ini menceritakan tentang seseorang yang mencari belahan jiwanya yang tidak pernah memberikan kabar padanya, orang yang diceritakan dalam lagu mencari belahan jiwanya selama bertahun-tahun tetapi tak pernah bertemu.

"Sewo kutho uwis tak liwati, Sewu ati tak takoni, Nanging kabeh, Podo ra ngerteni/ Lungamu neng endi, Pirang tahun anggonku nggoleki, seprene durung biso nemoni." artinya "Seribu kota sudah kulalui, seribu hati kutanya, namun semua juga tidak tahu, kau pergi kemana, berapa tahun diriku mencari."

Tak kalah galau, lagu ini juga sempat dinyanyikan oleh orang yang membantu dirinya untuk rekaman lho! "Lagu ini sempat dinyanyikan oleh almarhum Arie Wibowo. Sewu Kutho saya berikan untuk dia karena pernah membantu rekaman di MSC Plus" ujarnya saat di wawancara dengan CNN Indonesia.

Faktanya, lagu ini sudah didengar lebih dari satu juta kali di platform streaming musik Spotify lho! Tak heran, jika ada orang yang mengatakan "Walaupun air mata mengalir, namun badan tak berhenti bergoyang." (dnz)

Baca juga:

Didi Kempot Ajak Menteri Nyanyi Sewu Kuto

#Musik #Musik Pop #Budaya Jawa #Campursari #Didi Kempot
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Macklemore Bela Diri, Tegaskan Seruan ‘Free Palestine’ bukan Serangan ke Orang Yahudi
Ia menyampaikan pesan tersebut ketika memperkenalkan lagu protes Hind's Hall, yang dirilis pada 2024, dan mengkritik operasi militer Israel di Gaza.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Macklemore Bela Diri, Tegaskan Seruan ‘Free Palestine’ bukan Serangan ke Orang Yahudi
ShowBiz
Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan
Sheeran memintanya menyumbangkan USD 2 juta untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan
ShowBiz
Whisnu Santika dan Tiara Andini Merayakan Kesunyian dalam 'Sumpah Percuma'
Lagu ini mengangkat cerita tentang seseorang yang akhirnya berhasil meraih banyak hal yang selama ini ia perjuangkan.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Whisnu Santika dan Tiara Andini Merayakan Kesunyian dalam 'Sumpah Percuma'
ShowBiz
The Sounds Project Vol. 9, Ketika Festival Musik Menjadi Ruang Bertemu dan Mencipta Memori
The Sounds Project Vol. 9 di Ancol menghadirkan lebih dari 120 musisi di tujuh panggung, kolaborasi, nostalgia, serta program pengelolaan sampah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
The Sounds Project Vol. 9, Ketika Festival Musik Menjadi Ruang Bertemu dan Mencipta Memori
ShowBiz
Falling In Reverse Satukan Corey Taylor dan Serj Tankian lewat 'Joseph'
Di balik kemegahan kolaborasinya, Joseph membawa keresahan tentang perang, kematian, kekerasan, agama, serta siklus kehancuran yang terus berulang.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Falling In Reverse Satukan Corey Taylor dan Serj Tankian lewat 'Joseph'
ShowBiz
Usai Tur Black Parade, Gerard Way Bicara soal Musik Baru My Chemical Romance
Gerard Way mengungkap My Chemical Romance masih ingin membuat rekaman baru. Ia belum tahu kapan musik baru tersebut akan terwujud.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Usai Tur Black Parade, Gerard Way Bicara soal Musik Baru My Chemical Romance
ShowBiz
Mark Lee Rilis Lagu tentang Persahabatan dan Kesetiaan 'My Friend', Simak Liriknya yang Menyentuh
Mark Lee memperkenalkan karya solo terbaru 'My Friend', lagu yang mengangkat kisah tentang persahabatan, kesetiaan, dukungan, dan kehadiran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Mark Lee Rilis Lagu tentang Persahabatan dan Kesetiaan 'My Friend', Simak Liriknya yang Menyentuh
ShowBiz
Jisoo Rilis 'CLICK', Kisah di Balik Lagu tentang Dua Orang yang Saling Menemukan
Jisoo merilis single terbaru 'CLICK' secara global di bawah Warner Records. Lagu romantic pop ini mengisahkan pertemuan dua orang berbeda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Jisoo Rilis 'CLICK', Kisah di Balik Lagu tentang Dua Orang yang Saling Menemukan
ShowBiz
AAA 2026 Digelar Dua Hari di Taiwan, Deretan Bintang Asia Siap Ramaikan Panggung
AAA 2026 digelar 5-6 Desember di Stadion Nasional Kaohsiung, Taiwan. Simak daftar pengisi acara dari dunia musik dan akting Asia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
AAA 2026 Digelar Dua Hari di Taiwan, Deretan Bintang Asia Siap Ramaikan Panggung
ShowBiz
Polemik Kangen Band, Andika Mahesa Singgung Legalitas dan Kepemilikan Nama
Menurutnya, karena Kangen Band dibangun melalui perjalanan bersama, status kepemilikan nama juga sebaiknya disepakati dan memiliki kejelasan secara hukum.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Polemik Kangen Band, Andika Mahesa Singgung Legalitas dan Kepemilikan Nama
Bagikan