Faisal Basri: Pembangunan Berkeadilan Tanggung Jawab Negara

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 14 November 2015
Faisal Basri: Pembangunan Berkeadilan Tanggung Jawab Negara

Pengamat Ekonomi Faisal Basri (kanan) menjadi pembicara pada diskusi dengan tema "Energi Kita" di Jakarta, Minggu (17/5). (antara foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Pemerintah berambisi mewujudkan perekonomian nasional dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945 ayat 4. Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai hal itu tidak tepat.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini mengkritisi kata 'efisiensi berkeadilan' di dalam Pasal 33 UUD 1945 ayat 4. Menurut Faisal, perekonomian nasional yang diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional merupakan urusan ekonomi, sedangkan keadilan itu adalah urusan politik. Menurut Faisal kedua hal tersebut tidak dapat disatukan.

"Sampai kiamat pun tidak ada namanya efisiensi berkeadilan, itu cuma ada di Indonesia. Efesiensi urusan ekonomi, keadilannya urusan politik. Jangan dimasukkan ke ekonomi, enggak bisa. Keadilan itu komitmen politik, pakai instrumen politik. Dunia usaha diminta efesiensi tapi mikir "gimana ya ini untuk berkeadilan?". Enggak akan berbuat-buat nanti karena memang tidak akan pernah 'efisiensi' dan 'keadilan' bersatu," terang Faisal dalam diskusi publik yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11).

Faisal menambahkan, dunia usaha lebih baik kerja sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya dengan membayar pajak, dan menjalan prosesur bisnis lainnya tanpa melanggar hukum.

"Nah, negaralah yang mewujudkan keadilan lewat pajak. Tugas keadilan jangan diserahkan ke pengusaha, kacau itu," katanya.

"Jadi jangan mencoba adil, kalau perlu UUD 45 diubah. Jangan seolah-olah UUD 45 itu seperti kitab suci. Udah jelas sesat kan UUD 45 tetapi kalau dibilang gini (disangka) inkonstitusional lagi," tandasnya. (rfd)

BACA JUGA:

  1. Faisal Basri Kecewa dengan Pemberitaan Media Mengenai Petral
  2. Jika Gabung TPP, Faisal Basri Usul Dibentuk Kementerian Baru
  3. Faisal Basri Kritik Pembelian Pesawat A350
  4. Freeport dan Newmont Bikin Faisal Basri Kesal
  5. Faisal Basri: Oknum Pertamina Berbagi Rente Bisnis Elpiji 3 Kg

 

#UUD 1945 #Faisal Basri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendagri: Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPR Tidak Langgar UUD
Tito menilai sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung tidak otomatis menghasilkan kepala daerah yang baik sesuai dengan yang diharapkan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Mendagri: Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPR Tidak Langgar UUD
Indonesia
PKB Minta Semua Pihak Wujudkan Pidato Prabowo Pasal 33 Benteng Ekonomi Nasional
Bukan hanya sebatas omongan, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan demi kesejahteraan semua rakyat Indonesia.
Wisnu Cipto - Sabtu, 16 Agustus 2025
PKB Minta Semua Pihak Wujudkan Pidato Prabowo Pasal 33 Benteng Ekonomi Nasional
Indonesia
Terkait Hak Praperadilan, Hasto Sebut KPK Langgar UUD 1945 hingga KUHAP
Hasto menyebut KPK melanggar UUD 1945 hingga KUHAP. Hal itu terkait KPK yang dianggap mengabaikan hak untuk mengajukan praperadilan.
Soffi Amira - Jumat, 21 Maret 2025
Terkait Hak Praperadilan, Hasto Sebut KPK Langgar UUD 1945 hingga KUHAP
Indonesia
Jokowi Kenang Faisal Basri Sebagai Sosok yang Kritis
Faisal adalah ekonom yang detail menyampaikan kritik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 September 2024
Jokowi Kenang Faisal Basri Sebagai Sosok yang Kritis
Indonesia
Faisal Basri Meninggal Dunia, Bang Emil: Beliau Guru Saya
Ridwan Kamil menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ekonom Faisal Basri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 September 2024
Faisal Basri Meninggal Dunia, Bang Emil: Beliau Guru Saya
Berita
Mengenang Cinta Faisal Basri pada Tanah Air di Puisi Terakhirnya: Rumah Indonesia, Rumah Kita
Faisal Basri, Ekonom Senior Universitas Indonesia, Meninggal Dunia pada Kamis Pagi Faisal Basri, ekonom senior dari Universitas Indonesia, meninggal dunia pada Kamis pagi sekitar pukul 03.50 WIB.
ImanK - Kamis, 05 September 2024
Mengenang Cinta Faisal Basri pada Tanah Air di Puisi Terakhirnya: Rumah Indonesia, Rumah Kita
Indonesia
Ekonom Senior Faisal Basri Berpulang di Usia 65 Tahun
Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada Kamis (5/9) pukul 03:50 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan Jakarta dalam usia 65 tahun.
Frengky Aruan - Kamis, 05 September 2024
Ekonom Senior Faisal Basri Berpulang di Usia 65 Tahun
Indonesia
Pujian Paus Terhadap UUD 1945
Paus ingin meningkatkan dialog antar umat beragama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 September 2024
Pujian Paus Terhadap UUD 1945
Indonesia
Ekonom Senior Sebut Fondasi Indonesia Goyah Akibat Korupsi dan Politik Dinasti
Faisal Basri mengatakan kondisi Indonesia saat ini memprihatinkan lantaran digerogoti praktik-praktik korupsi.
Andika Pratama - Minggu, 10 Desember 2023
Ekonom Senior Sebut Fondasi Indonesia Goyah Akibat Korupsi dan Politik Dinasti
Bagikan