MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menyebut alasan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab belum bisa pulang ke Indonesia karena ada "invisible hand" atau tangan tak terlihat yang menginginkan dia tak pulang ke tanah air. Fadli menduga, pelaku berasal dari dalam negeri.
"Ini ada dugaan (pencekalan HRS) atas permintaan dari oknum-oknum tertentu di dalam negeri supaya HRS tidak kembali (ke Indonesia)," kata Fadli setelah acara Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12).
Baca Juga:
Pemerintah Disalahkan Karena Rizieq Enggak Pulang-Pulang dari Arab Saudi
Jika dugaan tersebut benar, menurut Fadli, itu sama saja sebuah kejahatan yang melanggar hak warga negara untuk hidup di tanah air.
"Saya mendengar langsung dari HRS tahun lalu, tahun ini juga pada bulan Maret waktu itu. Bahwa memang kasusnyanya ini sangat sumir. Jadi, ada tangan-tangan yang tidak terlihat yang menginginkan HRS tidak berada di Indonesia," jelas politikus Gerindra ini.
Baca Juga:
Menurut Fadli, semestinya negara dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab atas permasalahan warga negara yang sedang berada di luar negeri.
Ia akan meminta konfirmasi ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengenai persoalan Habib Rizieq saat rapat dengan Komisi I DPR.
"Kalau nanti ada (rapat) dengan Menlu dan pihak terkait, saya akan menanyakan itu (kepulangan Rizieq)," tutupnya. (Knu)
Baca Juga:
Ketua GNPF Singgung Pencekalan Habib Rizieq dan Prabowo Subianto