Fadli Zon Beberkan Empat Kabar Buruk Ekonomi di Era Jokowi

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 18 Mei 2019
Fadli Zon Beberkan Empat Kabar Buruk Ekonomi di Era Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyebut pemerintahan di era Presiden Joko Widodo adalah rezim yang gagal khususnya di masalah ekonomi.

Dia mencatat setidaknya ada empat kabar buruk bagi perekonomian tanah air sepanjang April kemarin.

"Dalam sebulan terakhir, saya mencatat setidaknya ada empat kabar buruk ekonomi yang muncul secara berturut-turut," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Selasa (18/5)

Fadli Zon
Politikus Gerindra Fadli Zon. (MP/Asropih)

Adapun, empat kabar buruk bagi perekonomian tersebut adalah, utang pemerintah, nilai tukar (kurs) rupiah, capaian pertumbuhan ekonomi, dan defisit atau tekor neraca perdagangan.

Pertama, soal utang, Fadli Zon mengatakan jumlanya terus meningkat sejak 31 Desember 2018, posisi utang adalah Rp 4.418,13 triliun. Pada akhir April 2019 jumlahnya telah meningkat menjadi Rp 4.528,45 triliun.

"Artinya, ada penambahan jumlah utang sebesar Rp 110,32 triliun sejak Januari 2019 lalu, atau meningkat sebesar Rp 347,84 triliun jika dihitung sejak April 2018, yang angkanya Rp 4.180,61 triliun," cuit Fadli Zon.

Kedua, kata Fadli Zon mengenai proyeksi penurunan target pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 yang menjadi 5,2%. Ketiga, mengenai nilai tukar atau kurs. Fadli menyebut, telah terjadi pelemahan pada nilai rupiah terhadap dolar AS.

Menurut Fadli, nilai tukar rupiah pada pertengahan Mei 2019 tercatat melemah 1,45% secara point to point dibandingkan dengan level akhir April lalu. Angka ini disebut melemah sekitar 1,36% secara rerata jika dibandingkan rerata bulan lalu.

Keempat, adalah defisit neraca dagang April 2019 yang menjadi rekor terparah sepanjang sejarah.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Pixabay/Mohamed Hasan

"Merujuk pada data historis, selama kurun waktu 1975 hingga 2018, neraca perdagangan kita sebenarnya hanya pernah mengalami defisit lima kali, yaitu pada 1975, 2012, 2013, 2014 dan 2018," cuit Fadli Zon.

Tak lupa, Fadli mengaitkan hal ini dengan kecurangan Pemilu 2019 yang dia sebut kian masif.

"Jadi, jika demokrasi gagal ditegakkan, hukum gagal diangkat, dan kini ekonomi juga kian amburadul, maka rezim ini memang pantas disebut rezim gagal," katanya. (Knu)

#Fadli Zon
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
KMI 2026 digelar di Makassar pada 30 Oktober–1 November. Sebanyak 500 delegasi akan membahas royalti, hak cipta, AI, dan ekosistem musik Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Fun
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, kini menjadi Museum Bing Slamet dengan koleksi sejarah, memorabilia, dan fasilitas interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Indonesia
3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Fadli berharap pengajuan seni tradisional Melayu ini bisa memperkuat visibilitas Zapin di tingkat global serta menunjukkan keragaman ekspresi budaya di kawasan Asia Tenggara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Tradisi
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Taman Mini Indonesia di Polandia siap diperluas! Kementerian Kebudayaan bakal tambah anjungan rumah adat lintas provinsi di Eropa. Cek detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Indonesia
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Adanya efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada revitalisasi Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Indonesia
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Deklarasi negara-negara BRICS juga menyatakan bahwa kebudayaan perlu dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional pada masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Indonesia
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Pertemuan itu membawa pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul,.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Indonesia
Indonesia Kembali Masuk Komite UNESCO Setelah 12 Tahun, Siap Bawa AI ke Dunia Budaya
Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030 dengan 113 suara. Fokus pada AI, preservasi digital, dan ketahanan budaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Indonesia Kembali Masuk Komite UNESCO Setelah 12 Tahun, Siap Bawa AI ke Dunia Budaya
Bagikan