Facekini, Bikini Wajah yang Kian Ngetren
Para ibu di Tiongkok mengenakan facekini (Foto: Instagram/jorge.turismo)
TELAH ada selama beberapa tahun, facekini justru makin digandrungi, khususnya bagi orang-orang yang berwisata ke pantai. Bagi Anda yang belum pernah mendengarnya, facekini adalah "topeng" yang dikenakan di kepala seperti balaclava (masker untuk ski ataupun helm) bermaterialkan seperti baju renang.
Aksesori ini dirancang untuk melindungi para perenang dari sengatan matahari, ubur-ubur, dan alga di pantai. Meski terlihat sangat aneh dan mengerikan, facekini ini sangat populer di Tiongkok. Bahkan mereka membawa facekini pada tingkatan mode yang lebih tinggi lagi.
Setidaknya ada dua alasan ketenaran facekini. Pertama, desainnya telah jauh lebih rumit dan bahkan tampak glamor. Kedua, dunia fesyen Barat telah memasukkan ini dalam daftar produk mereka. Dengan hadirnya facekini yang bermerek dan memiliki nilai seni tinggi, tentu orang kian bangga mengenakannya di pantai.
Facekini diciptakan pertama kali tahun 2004 oleh Zhang Shifan di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok. Desain awalnya hanyalah polos untuk menutup kepala dan muka, dengan lubang pada mata, hidung, mulut.
Kini, facekini juga punya fungsi sosial. Jenis "muka pucat" Tionghoa dijual sangat mahal. Motif Tiongkok lainnya pun populer, yakni gambar sulam dan budaya Tiongkok, seperti naga, burung phoenix, dan merak. Bagaimanapun juga, perempuan di sana membutuhkannya karena ingin kulitnya tetap putih, sehingga permintaan facekini kian bertambah.
Majalah mode New York, CR Fashion Book, membawa facekini ke ranah fesyen dunia. Mereka merilis delapan gambar yang menampilkan model-model sedang mengenakan pakaian renang high-fashion dari Gucci, Alexander Wang, dan Emporio Armani. Lengkap dengan perhiasan glamor serta facekini berbagai warna dan corak.
Di sisi lain, kepopuleran tren aneh ini justru meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya terpapar sinar matahari langsung. Orang-orang sebenarnya telah menyadarinya, namun memilih solusi "memalsukan" kulit terbakar (tanned skin). Setelah facekini semakin diterima di berbagai belahan dunia, mungkin banyak yang akan beralih dengan tak lagi "membakar" kulitnya, tetapi mengenakan topeng berseni ini. (*)
Simak pula artikel tentang fesyen unik lainnya di sini: Inovasi Jeans, Ritsleting Bisa Dibuka Sampai Ke Pantat.
Bagikan
Berita Terkait
Menilik Jenama asal Negeri Sakura UNIQLO Masuk 100 Best Global Brands 2025
Prabowo Perintahkan Menteri Gerak Cepat Lakukan Hilirisasi, Kerjasama Dengan China
Mengenal Indonesia Young Fashion Designer Competition, Tumbuhkan Desainer Indonesia Berkelas
PM Tiongkok Datang ke Indonesia, HBKB Sudirman-Thamrin Dihentikan Sementara
Jakarta Diproyeksikan Bakal Dibajiri Barang dari Tiongkok dan Vietnam
APPMI Dorong Potensi Ekonomi Industri Fashion Lewat Ramadan Runway 2025
2 Train Set KRL Dari Tiongkok Kembali Datang, KAI Commuter Ingin Percepat Pengujian dan Sertifikasi
Skant, Gaya 'Rok di Atas Celana' kini Jadi Tren Terbaru, Kombinasi Sempurna Kenyamanan dan Sentuhan Modis
Apa Itu Virus HMPV: Gejala, Penyebaran, dan Cara Menghadapinya
31 Tahun Beroperasi, 'Niu An Cong' Kini Hadir di Indonesia