Eulogi untuk Ben Mboi

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Jumat, 26 Juni 2015
Eulogi untuk Ben Mboi

Prabowo Subianto bersama dengan Ben Mboi (Foto/Facebook/Prabowo Subianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Brigadir Jenderal TNI (Purn) dr Aloysius Benedictus Mboi yang akrab disapa Ben Mboi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jakarta pada Kamis (25/6). Ben Mboi meninggal dalam usia 80 tahun. Pemakaman dilakukan secara militer.

Pemakaman bekas Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dua periode dilakukan secara militer. Sejumlah pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terlihat membawa foto Ben Mbai, sebagian lain nampak membawa karangan bunga. Sementara itu sejumlah anggota Komando Cadangan Strategis (Kostrad) juga nampak dalam acara pemakaman suami mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat. Isak tangis terdengar dari para pelayat. Sementara itu Nafsiah Mboi terlihat menitikkan air mata. Usai jenazah dikebumikan prosesi tabur bungan dilakukan keluarga dekat Ben Mboi dan juga kerabat.

Ben Mboi sendiri lahir di Ruteng, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 22 Mei 1935. Ia meninggal karena penyakit komplikasi pada Selasa (23/6) setelah di rawat di Rumah Sakit Pondok Indah. Mendiang Ben Mboi meninggalkan 2 orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Sebelum menjadi Gubernur NTT periode (1978-1988), Ben Mboi adalah seorang prajurit korps baret merah. Ia bertugas sebagai dokter dan pernah terlibat dalam Operasi Trikora, sebuah operasi militer di zaman Presiden Sukarno untuk membebaskan Irian Barat dari cengkraman Kolonial Belanda.

Bukan perkara mudah bagi Ben Mboi untuk bisa tampil di panggung kekuasaan dan menjadi orang pertama di NTT. Hidupnya penuh dengan perjuangan untuk meraih kedudukan mulia dalam hidup. Setamat dari Sekolah Dasar (SD) di Manggarai, Flores ia merantau ke Kupang untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Setalah menamatkan SMP Ben melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Saint Albertus di Malang. Murid anak orang miskin ini tidak mampu membayar uang sekolah. Pastor Direktur SMA orang Belanda bingung karena menurut aturan tiap siswa harus bayar uang sekolah. Karena Ben siswa yang amat pintar, direktur mencari jalan. Ben ditugaskan menyapu, mengepel lantai, dan membersihkan WC. Dari kerja itu ia seolah digaji dan gajinya ini langsung dicatat sebagai uang sekolah yang dibayar Ben.

Setamat SMA, tetap dengan modal nekat, Ben Mboi mendaftar masuk Fakultas Kedokteran UI. Ia indekos dan tidak bisa bayar juga. Tapi Ben yang miskin menggunakan otaknya dengan rajin membantu kerja rumah tangga ibu kos. Dampaknya ibu kos membebaskan biaya bayar kos. Ben lalu mengajar di SMA Antonius di Matraman untuk mendukung biaya kuliah di UI.

Setalah tamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1962, Ben Mboi masuk dinas tentara dan menjadi dokter tentara. Di bawah Komandan Benny Moerdani, Ben Mboi bertugas dalam operasi Trikora. Sebuah operasi militer di zaman Presiden Sukarno untuk merebut Irian Barat dari cengkraman Kolonial Belanda.

Selama bertugas menjadi dokter militer, Ben Mboi menunjukkan performa bagus. Atas kinerjanya yang mumpuni ia diangkat menjadi Kapten. Kemudian pada tahun 1978 ia menjadi Gubernur menggantikan El Tari. Selama menjadi orang nomor satu di NTTY tercatat sejumlah program unggulan yang dinilai berhasil, sebut saja Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa Hijau (ONH).

Program ONM sendiri dicanangkan Ben Mboi untuk memerangi gerakan kemiskinan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pangan. Operasi tersebut juga meliputi penggunaan bibit unggul, pupuk, penggunaan lahan dan pemanfaatan irigasi di sawah-sawah. Untuk mengimplementasikan program tersebut, negara memberikan kemudahan bagi penduduk dengan konsep Kredit Bimbingan Masyarakat (Bimas). Program tersebut berjalan selama 10 tahun. Walhasil jumlah produksi pangan semisal padi, jagung dan kapas mengalami peningkatan. Luas areak persawahan dan perkebunan juga mengalami kenaikan signifikan dari 5.000 hektare menjadi 150.000 hektare.

Setelah dinilai berhasil, Ben Mboi meluncurkan program
Operasi Nusa Hijau (ONH). Ben Mboi paham betul dengan karakteristik NTT yang dipenuhi dengan sabana dan stepa. Di tengah hamparan padang rumput luas, Ben paham apa yang harus ia lakukan untuk mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar.

Ia membuat terasering di bukit-bukit yang dipenuhi dengan padang rumput. Terasing dibuat dengan tujuan menahan laju air agar tidak terjadi longsor dan banjir. Kemudian pada bagian terasering tersebut ditanam bibit Lamtoro dan Gamal. Program tersebut di wilayah Flores. Dikatakan sukses karena beberapa bukit sabana dan stepa berubah menjadi hutan Lamtoro dan Gamal.

Lamtoro mempunyai banyak fungsi, daun dan buahnya untuk pakan ternak. Sementara batangnya dijadikan kayu api, karena saat itu wilayah NTT belum dialiri listrik. Ben juga dinilai sebagai sukses dan meninggalkan banyak jejak nyata bagi warga NTT.

Ben Mboi termasuk kepala daerah pertama di Indonesia yang menerima penghargaan Ramon Magsaysay yang merupakan penghargaan bergengsi dari pemerintahan Filipina atas kesuksesannya di bidang Goverment Service pada tahun 1986. (bhd)

BACA JUGA:

Ucapan Duka Prabowo untuk Ben Mboi

 

 

#Ben Mboi #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Resmikan Molinas di Cikarang, Ekosistem Motor Listrik Nasional Mulai Dikembangkan
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan meresmikan Molinas pada Kamis (13/8). Ekosistem motor listrik nasional kini memasuki babak baru.
Soffi Amira - 1 jam, 15 menit lalu
Prabowo Resmikan Molinas di Cikarang, Ekosistem Motor Listrik Nasional Mulai Dikembangkan
Indonesia
Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, DPR Segera Gelar Fit and Proper Test
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengajukan empat nama calon Gubernur BI ke DPR. Kini, DPR akan menggelar fit and proper test.
Soffi Amira - 2 jam, 25 menit lalu
Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, DPR Segera Gelar Fit and Proper Test
Indonesia
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Wakil Menteri Perang AS Elbridge A. Colby bertemu Prabowo di Istana Negara. AS optimistis mempererat hubungan dan kerja sama strategis dengan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Indonesia
LRT Kelapa Gading-Manggarai Segera Diresmikan, Pramono: Mudah-mudahan Agustus
LRT Kelapa Gading-Manggarai akan diresmikan pada Agustus 2026. Presiden RI, Prabowo Subianto, diminta ikut meresmikan.
Soffi Amira - Rabu, 12 Agustus 2026
LRT Kelapa Gading-Manggarai Segera Diresmikan, Pramono: Mudah-mudahan Agustus
Indonesia
Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus? Begini Reaksi Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus? Begini Reaksi Pramono
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat Jelang HUT RI, DPR Soroti Perlunya Penyegaran
Isu reshuffle kabinet kembali menguat jelang HUT RI ke-81. Komisi II DPR mengatakan, bahwa hal itu merupakan hak Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Isu Reshuffle Kabinet Menguat Jelang HUT RI, DPR Soroti Perlunya Penyegaran
Indonesia
Surpres Destry Damayanti Sudah Masuk, Komisi XI DPR Segera Proses Calon Gubernur BI
Komisi XI DPR segera memproses pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI. Supres tersebut sudah masuk ke DPR.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Surpres Destry Damayanti Sudah Masuk, Komisi XI DPR Segera Proses Calon Gubernur BI
Indonesia
107 Ribu Hektar Hutan Indonesia Terbakar, Ini Arahan Presiden Prabowo 
El Nino kuat memicu kebakaran hutan seluas 107.000 hektar. Presiden Prabowo instruksikan penanganan karhutla maksimal dengan koordinasi lintas lembaga, armada udara, dan opsi modifikasi cuaca.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
107 Ribu Hektar Hutan Indonesia Terbakar, Ini Arahan Presiden Prabowo 
Indonesia
Surpres Prabowo Mendarat di DPR, Destry Damayanti Siap Pegang Kendali Bank Indonesia
Pengalaman komprehensif mulai dari akademi, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga bank sentral menjadi modal utama memimpin BI
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Surpres Prabowo Mendarat di DPR, Destry Damayanti Siap Pegang Kendali Bank Indonesia
Indonesia
Prabowo Kirim Surat ke DPR, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI. Surat tersebut sudah dikirim ke DPR.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Kirim Surat ke DPR, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI
Bagikan