POSISI Bitcoin di mata uang kripto atau cryptocurrency mulai mendapatkan pesaing baru yaitu Ether atau Ethereum. Baru-baru ini, mata uang virtual tersebut menjadi pusat perhatian dunia. Bagaimana tidak, ia berhasil mengalahkan dominasi Bitcoin dengan menembus angka US$3.000 pada Senin (3/5).
Baca juga:
Dilansir dari laman hypebeast, rekor Ethereum melewati angka US$3.000 atau sekitar 43 juta rupiah lebih, menjadikan itu level loncatan tertinggi sepanjang masa. Banyak yang memberikan teori tentang prospek masa depan dari cryptocurrency yang meningkat dengan cepat.
Salah satunya Nigel Green, CEO dan pendiri deVere Group, ia mencatat bahwa Ethereum akan meningkatkan pangsa pasarnya dan dapat mencapai US$5.000 atau 72 juta rupiah pada minggu ini.
“Ether adalah salah satu penerima manfaat utama dalam ledakan yang lebih luas di pasar cryptocurrency,” kata Green. Ia menambahkan, meningkatnya kepopulerannya selama beberapa bulan terakhir, telah dipicu oleh melonjaknya minat dari investor institusional besar dan meningkatnya pengakuan bahwa mata uang virtual tanpa batas adalah masa depan uang.
Keyakinan Green di balik cryptocurrency terbesar kedua setelah Bitcoin ini adalah bahwa Ethereum lebih terukur dan dibangun di sekitar teknologi blockchain yang lebih canggih. Terbukti peningkatan 321 persen pada tahun lalu. Ethereum terus bergerak menuju tingkat bisnis dan penerimaan arus utama yang akan bersaing dengan Bitcoin.
Baca juga:
Bitcoin Kembali ke Level Tertinggi, Tembus Lebih Dari Rp800 Juta
Nigel Green juga menambahkan, “Ethereum sudah bertahun-tahun di depan Bitcoin dalam segala hal kecuali harga dan ketenaran. Ada perasaan nyata bahwa prediksinya pada 2021 adalah tahun untuk Ether. Waktunya telah tiba.”
Perlu diketahui, Ether merupakan mata uang kripto dari hasil open-source yang berbasis pada blockchain. Ethereum secara resmi diluncurkan pada 2015 dengan keunggulan SmartContracts and Distributed Applications yang dapat berjalan tanpa batas waktu dan tanpa kontrol dari pihak ketiga.
Disebut sebagai pesaing kuat Bitcoin, pasalnya Ether menjadi mata uang virtual terbesar kedua sejak akhir 2019 di pasar digital. Pertama masih diduduki Bitcoin. Keunggulan lain dari Ether adalah cara mendapatkannya lebih cepat dan banyak beredar di pasar digital dari pada Bitcoin. (rzk)
Baca juga: