MerahPutih.com - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan aturan baru atas garis pantai negara itu di Teluk dan Selat Hormuz. Aturan baru itu merupakan arahan langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
“Perairan ini akan menjadi sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran yang mulia, serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan,” tulis media pemerintah Iran, dikutip laporan Press TV, Sabtu (2/5).
Dalam aturan terbaru itu, Angkatan Laut IRGC memperluas area kewenangan mereka untuk mengendalikan hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran di kawasan Selat Hormuz.
Baca juga:
Teruskan Blokade Selat Hormuz, AS Siapkan Serangan Udara Singkat dan Kuat ke Iran
Nasib Gencatan Senjata
Kebijakan terbaru Iran ini muncul di tengah eskalasi konflik setelah Teheran membatasi lalu lintas di jalur air strategis sebagai balasan atas serangan AS–Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April. Namun, tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Baca juga:
Trump Kembali Ultimatum Iran Soal Nuklir, Uni Eropa Desak Pemulihan Selat Hormuz
Blokade AS di Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu baru, atas permintaan Pakistan. Namun sejak 13 April dilansir Antara, AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Blokade ini menambah ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. (*)