Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Basarnas hingga TNI/Polri Dikerahkan ke Sejumlah Titik untuk Percepat Evakuasi Korban
Gunung Semeru Erupsi.(foto: humas Polri)
MERAHPUTIH.COM - SEJUMLAH warga mengungsi akibat erupsi dan lahar dingin Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga menaikkan status aktivitas Semeru dari Level II (Waspada) menjadi Level IV (Awas) setelah peningkatan erupsi dan intensitas gempa vulkanis yang signifikan.
Badan SAR Nasional (Basarnas) mempercepat evakuasi warga di wilayah rawan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk mengantisipasi potensi letusan susulan Gunung Semeru. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan personel tambahan dari Pos SAR Jember telah dikirim untuk memperkuat evakuasi, termasuk membantu warga yang sudah mengungsi secara mandiri.
“Mereka datang untuk membantu evakuasi warga karena ada juga sebagian warga yang sudah melaksanakan evakuasi mandiri,” kata Edy kepada wartawan di Jakarta dikutip Kamis (20/10).
Petugas gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, dan Polri disebar ke sejumlah titik. Mereka dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman, terutama bagi kelompok rentan yang tinggal dekat aliran sungai berhulu Semeru. Menurut data Pusat Pengendalian Operasi BNPB, sekitar 300 warga telah dievakuasi ke Balai Desa Oro-oro Ombo, Balai Desa Penanggal, dan SD 2 Supiturang.
Baca juga:
300 Orang Mengungsi akibat Erupsi Gunung Semeru, BNPB Pastikan Belum Ada Korban Jiwa
Selain evakuasi, Basarnas juga menempatkan personel untuk memantau aliran sungai guna mengantisipasi banjir lahar dingin ketika hujan turun.
“Tim juga melaksanakan pemantauan antisipasi bila terjadi hujan yang bisa mengakibatkan banjir lahar dingin,” ujar Edy.(knu)
Baca juga:
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
1.178 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya masih Hilang, Operasi Pencarian Korban Bencana Alam di Sumatra Diperpanjang
Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian Jadi Ketua
Pemerintah Anggarkan Rp 60 T untuk Darurat Bencana di 2026
Rehabilitasi Bencana di Aceh, Polri Baru Selesaikan Sumur Bor Air Bersih Setengah dari Target
147 Orang Masih Hilang, Kelanjutan Operasi SAR Korban Bencana Sumatera Dievaluasi Lusa
Masih Pemulihan Bencana, UMP 2026 Aceh Pakai Skema Kenaikan Terendah Jadi Rp 3,9 Juta
KSAD Jelaskan Sumur Rp 150 Juta di Lokasi Bencana Dalamnya 100-200 Meter untuk 1 Desa
100 Anggota 'Pasukan Khusus' Brimob Polri Beraksi, Gotong Royong Bersihkan Lumpur Sisa Bencana di Tapanuli Tengah
Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir Sumatera, DPR Ingatkan Penyaluran Tepat Sasaran