Elite Politik Diminta Introspeksi Diri
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)
MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin meminta agar bulan ramadhan dapat dijadikan momentum para elite politik untuk mengintrospeksi diri.
"Ramadan sejatinya menjadi bulan untuk intropeksi diri, bulan untuk evaluasi. Jadi jika elite-elite masih gontok-gontokan, itu tandanya tidak mau mengevalusi diri. Tidak mau berubah menjadi lebih baik," kata Ujang saat dihubungi, Senin, (6/5).
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini juga meminta agar para elite politik dapat menghentikan permainan politik kotor lantaran ramadan merupakan bulan penuh kesucian.
"Jangan dilumuri oleh perbuatan-perbuatan yang dapat melukai orang lain. Apalagi masih menyimpan dendam dan gontok-gontokan," papar Ujang
Ujang menyarankan agar perdebatan antar elite yang tak bermakna harus dihentikan. Ujang menekankan rakyat butuh kedamaian, kesejukan, ketentraman, dan keamanan.
"Nah momentum Ramadan ini harus menjadi cermin dalam meningkatkan persaudaraan, persatuan dan kesatuan," ujar Ujang.
Tidak hanya itu, Ujang juga mengingatkan, bahwa ramadhan sejatinya harus menjadi bulan untuk meningkatkan hubungan baik dengan tuhan (hamblum minallah).
"Dengan cara banyak beribadah. Dan harus baik juga dengan sesama manusia (hablum minannas). Tidak saling berdebat yang dapat mengotori persaudaraan serta mencederai Ramadhan yang suci," pungkas Ujang. (Pon)
Baca Juga: Singgung Isu People Power, Ketua DPR: Hentikan saling Tuduh Selama Ramadan
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Akun Medsos yang Hina Bahlil Dilaporkan ke Polisi, Direktur P3S: Sangat Tidak Etis