Eks Kader PSI Viani Limardi Bergabung Partai Gerindra
Viani Limardi (kedua kiri) resmi mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. ANTARA/HO-Rumah Relawan Besar 08.
MerahPutih.com - Eks kader PSI Viani Limardi memutuskan untuk bergabung Partai Gerindra dan menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2024 mendatang.
Viani menjelaskan, alasan mendukung Prabowo karena sosok dan pimpinan yang baik, hingga pantas menjadi presiden Indonesia ke depan.
"Jadi kenapa saya masuk Gerindra? Bukan kenapa saya memilih Prabowo, kenapa saya masuk Gerindra? Karena saya memutuskan bahwa yang terbaik untuk 2024-2029 Indonesia adalah Pak Prabowo," ujar Viani.
Baca Juga:
Gerindra Sebut Pembahasan Cawapres Prabowo dalam Proses Pematangan Akhir
Viani juga menuturkan bahwa tak ada rasisme dan diskriminasi yang dilakukan Prabowo. Pasalnya, kata dia, Prabowo pernah tinggal pindah-pindah di suatu negara, maka diyakini Prabowo mampu beradaptasi di suatu tempat.
"Saya pernah juga tinggal di Amerika, saya pernah tinggal di China, saya merasakan, pada waktu saya tinggal di suatu negara tumbuhlah apa, tumbuhlah rasa simpati, rasa sayang terhadap tempat-tempat yang pernah menjadi persinggahan atau tempat tinggal saya. Sehingga secara logika menurut saya, Pak Prabowo pernah tinggal di situ dan bertumbuh di situ bisa menguasai bahasa setempat, kira-kira orang ini akan menjadi rasis enggak? Orang ini akan menjadi diskriminatif enggak? Enggak akan menurut saya, itu secara logika psikologi," urainya.
Baca Juga:
Gerindra Yakin PSI Segera Ambil Langkah Konkret Dukung Prabowo
Viani menceritakan bahwa Prabowo merupakan sosok yang pertama kali mendirikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia. Sehingga, menurut dia, Prabowo satu jalur dengan para aktivis dan diyakini tak akan berseberangan.
"Pak Prabowo yang mendirikan pertama kali LSM di Indonesia, itu pergerakan apa, pergerakan aktivisme. Pergerakan apa, pergerakan masyarakat, sehingga muncullah hari ini. Semua aktivis, relawan, ya itu asalnya yang pertama kali, yang membawa, dan membentuk adalah Pak Prabowo di Indonesia. Sehingga menurut saya jika ada orang-orang yang mengatakan, 'Wah Pak Prabowo ini enggak bisa dah. Terhadap aktivis seperti ini, terhadap aktivis seperti itu'. Menurut saya enggak masuk akal," ucapnya. (Asp)
Baca Juga:
Gerindra Sebut Kaesang jadi Ketum PSI Bukan Politik Dinasti, Singgung Puan-AHY
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Dasco Tegaskan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI bukan Usul Prabowo
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI
Cegah Penyalahgunaan, Fraksi Gerindra DKI Dorong Pengawasan Ketat Obat Keras
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan