MerahPutih Nasional- Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat cepat dalam mengambil tindakan. Sebab, awal karier Jokowi juga meroket dengan cepatnya.
Politikus PDI Perjuangan, Effendy Simbolon mengiyakan hal itu. Ia menganggap wajar bila Presiden Joko Widodo terlalu cepat dalam mengambil tindakan. Sebab, sejak awal karier Jokowi juga meroket dengan cepat. Mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden Republik Indonesia tanpa jeda waktu.
Bagi Politikus PDIP ini, Presiden tidak perlu turun tangan dalam menanggapi satu persoalan. "Terkadang Presiden ikut cawe-cawe terlalu cepat," katanya, di Energy Building, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin (26/1).
Ia mencontohkan, dalam kasus 'Cicak vs Buaya'. Jokowi cukup mendelegasikan kepada para pembantunya, seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy. Namun, Jokowi terlalu reaktif dengan mengundang pihak luar untuk membahas kasus Cicak vs Buaya.
"Beliau mendegradasi sendiri posisinya. Walaupun saya maklumi, pengalaman juga menentukan," lanjut Effendy.
Jokowi, menurut mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, menyayangkan keterlibatan orang luar istana untuk menyelesaikan kasus KPK vs Polri. Padahal, ia bisa menggunakan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
"Ketika beliau selesaikan KPK dan Polri, yang dipanggil Wantimpres dong. Ring dalam yang dimanfaatin, kalau enggak dimanfaatin dipanggil yang di luar sistem, saya enggak ngerti. Biarlah yang di sistem yang diajak bicara," katanya. (MAD)